ISRAEL MASIH BERLAKUKAN LARANGAN MASUK KE AL-AQSHA

Zionis Israel Laraag Waga Palestina masuki Al-Aqsha (Foto: Maan News Agency)
Zionis Israel Laraag Waga Palestina (Foto: Maan News Agency)

Al-Quds, 23 Dzulqa’dah 1435/7 September 2015 (MINA) – Pasukan Pendudukan Israel terus memberlakukan bagi penduduk Muslim Palestina untuk memasuki Al-Aqsha, Ahad (6/9), menandai pekan ketiga berturut-turut larang itu, kata seorang pejabat Palestina.

Pasukan Israel, Ahad pagi kemarin, menjaga ketat pintu masuk menuju kiblat pertama bagi umat Islam itu, dan mencegah puluhan Muslimah memasuki kompleks, selain membatasi beberapa orang Muslim dan pemuda.

Otoritas Pendudukan Israel telah mencegah Muslimah Palestina memasuki Masjid Al-Aqsha antara pukul 07:00 sampai 11:00 waktu setempat selama hampir tiga pekan, demikian dilaporkan penduduk setempat, Sebagaimana dikutip Maan News Agency dan Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Penduduk setempat menyatakan, pasukan Israel memberikan waktu di pagi hari untuk memungkinkan kelompok ekstrimis Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha, melanggar perjanjian antara Otoeitas Pendudukan Israel dengan Dewan Wakaf Islam di Al-Quds -yang bertanggung jawab atas komplek AlAqsha- untuk melarang ibadah bagi non-Muslim di tempat tersuci ketiga bagi umat Islam itu.

Sebanyak 42 anggota kelompok radikal Yahudi Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha pada Ahad kemarin.

Penduduk setempat mengatakan kepada Ma’an, mereka percaya para kelompok ekstrimis Yahudi Israel memasuki kompleks AL-Aqsha untuk memperingati lima tahun sejak kematian empat pemukim ilegal ekstrimis Yahudi yang tewas ditembak oleh salah satu anggota gerakan perjuangan Palestina di Tepi Barat pada 2010. Salah satu korban dalam penembakan adalah seorang wanita hamil.

Saksi mata mengatakan,  salah satu anggota kelompok radikal Yahudi Israel berusaha untuk melakukan ritual provokatif saat ia mencapai area kompleks “al-Harsh” , namun dapat dihentikan oleh penjaga keamanan Masjid Al-Aqsha.

Seorang juru bicara polisi Israel tidak mau mengomentari insiden itu.

 

Pelarangan Berkelanjutan

Awal pekan ini, Otoritas Pendudukan Israel mengumumkan daftar hitam melarang 40 Muslimah Palestina memasuki Masjid Al-Aqsha.

Hanadi Al-Halawani, Seorang Muslimah penduduk setempat Al-Quds dan guru yang terdaftar dalam daftar hitam Israel, mengatakan, daftar hitam yang diumumkan Ahad  kemarin itu berisi 42 nama, mewakili Muslimah dan anak Muslimah antara usia 15 hingga 60 tahun.

“Pasukan Israel berusaha yang terbaik yang mereka bisa untuk menjauhkan kami dari Al-Aqsha dan menyerang kami … namun hal ini tidak akan menghentikan kami dari berdiri dan membela Al-Aqsa, meskipun ada pelarangan,” kata al-Halawani.

Penduduk setempat juga melaporkan, para siswa Palestina juga mengalami pelarangan saat dalam perjalanan menuju dan pulang sekolah yang terletak di kompleks itu.

Siswa Muslimin dari sekolah-sekolah agama hanya diperbolehkan masuk ke kompleks masjid melalui Gerbang Hatta dengan guru sebagai pendampingnya, sementara siswa Muslimah juga perlu pendamping dan hanya diizinkan masuk melalui Gerbang Rantai.

Masjid Al-Aqsha adalah tempat tersuci ketiga dalam Islam.(T/P002/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0