Israel Mulai Pembangunan Pemukiman Ilegal Baru di Lembah Jordan

Lembah Jordan, MINA – Otoritas pendudukan Israel pada Senin (19/4) memulai pembangunan unit pemukim ilegal baru di Lembah Jordan Utara, menurut seorang pejabat seperti dikutip dari Wafa.

Direktur Jenderal Dokumentasi dan Penerbitan Komisi Permukiman & Perlawanan Dinding, Qassem Awad, mengatakan sejumlah perusahaan memulai pembangunan 23 unit bangunan baru di pemukiman ilegal Maskyot di Lembah Jordan Utara.

Ia menambahkan, otoritas Israel menyetujui permintaan Dewan Daerah Pemukiman pada tahun lalu untuk membangun unit-unit tersebut.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan dukungan pemerintah Israel untuk tindakan pembangunan pemukiman ilegal.

Lembah Jordan, yang merupakan sebidang tanah subur yang mengalir ke barat di sepanjang Sungai Jordan adalah rumah bagi sekitar 65.000 warga Palestina dan luasnya sekitar 30 persen dari Tepi Barat.

Sejak 1967, ketika tentara Israel menduduki Tepi Barat, Israel telah memindahkan setidaknya 11.000 warga Yahudi ke Lembah Jordan itu. Beberapa permukiman tempat mereka tinggal dibangun hampir seluruhnya di atas tanah pribadi warga Palestina.

Militer Israel juga telah menetapkan sekitar 46 persen dari Lembah Jordan sebagai zona militer tertutup sejak awal pendudukan pada Juni 1967 dan menggunakan dalih latihan militer untuk memaksa keluarga Palestina keluar dari area itu sebagai bagian dari tindakan pembersihan etnis.

Selain harus mengungsi, keluarga Palestina menghadapi banyak sekali pembatasan akses ke sumber daya dan layanan.

Sementara itu, Israel mengeksploitasi sumber daya daerah tersebut dan menghasilkan keuntungan untuk kepentingan para pemukim. (T/R5/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)