Israel Mulai Penggalian untuk Kereta Gantung Yerusalem

Yerusalem, MINA – Otoritas Pendudukan Israel akan memulai pekerjaan penggalian di Yerusalem Timur untuk mempersiapkan pembangunan kereta gantung, yang akan mengubah lanskap Kota Tua dan memperluas kehadiran Israel di lingkungan mayoritas Palestina.

“Penggalian akan dimulai pada pertengahan November,” ujar direktur proyek Shmulik Tzabari, seperti dilapokan Al-Resalah, Rabu (11/11).

Israel menyetujui penggusuran pohon-pohon di Gunung Zion, dan infrastruktur termasuk air, limbah dan telekomunikasi untuk dipindahkan dari jalur kereta gantung yang direncanakan.

Pada bulan Juli, petisi ke Pengadilan Tinggi Israel diajukan oleh Gerakan Karaite Dunia, yang memiliki pemakaman di lingkungan Silwan, yang akan dilewati kereta gantung, dan Emek Shaveh, sebuah LSM Israel yang menentang politisasi arkeologi.

Baca Juga:  Mantan PM Israel: Kita Harus Akhiri Pertempuran

Pengadilan Tinggi telah meminta pihak berwenang Israel untuk memberikan “dasar faktual” untuk proyek tersebut dan akan mengeluarkan keputusan pada 22 November.

Tetapi meskipun keputusan pengadilan sedang menunggu, Tzabari mengindikasikan bahwa penggalian dapat dimulai sebelum itu.

The Jerusalem Development Authority (JDA), badan Israel yang bertanggung jawab atas proyek kereta gantung, telah memenangkan persetujuan dari Unit Komisaris Kehutanan Kementerian Pertanian untuk menggusur pohon di sepanjang rute kereta gantung.

Proyek tersebut akan mencakup 15 tiang beton setinggi 26 meter. Kereta gantung itu akan memiliki 73 gerbong yang masing-masing mampu mengangkut puluhan penumpang.

Panjang sistem akan mencapai 1,4 km, dan gerbong akan berjalan secara otomatis dengan jarak 15-20 menit. Perjalanan ini diproyeksikan akan berlangsung selama empat setengah menit secara total.

Baca Juga:  Alasan Armenia Akui Negara Palestina

Komite infrastruktur nasional Israel, Otoritas Pembangunan Yerusalem, dan Kementerian Pariwisata telah mengalokasikan 200 juta shekel (Rp772 miliar lebih) untuk proyek tersebut.

Dua stasiun diusulkan untuk dibangun di Yerusalem Barat dan Gunung Zion. Yang ketiga direncanakan di lingkungan Silwan Yerusalem Timur yang diduduki, berdekatan dengan tembok selatan Kota Tua dan dekat dengan kompleks Masjid Al-Aqsa dan Tembok Barat. (T/RS2/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)