Israel Paksa Masuk Kompleks Masjid Al-Aqsa

Al-Quds, MINA – Menteri Pertanian Israel Uri Ariel bersama sekelompok warga Yahudi fanatik memaksa masuk ke halaman Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem Timur) di bawah perlindungan polisi Israel.

Dalam pernyataan tertulis dari Administrasi Lembaga Islam di Yerusalem, Ariel dan sekelompok orang Yahudi fanatik pada Rabu (3/7) pagi ini menyerbu Masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataan itu, Ariel dan rombongannya telah meninggalkan Masjid Al-Aqsa setelah mengelilingi halaman sekitar masjid selama beberapa waktu. Demikian Anadolu Agency melaporkan.

Pernyataan itu juga mengungkapkan bahwa selama bulan Juni kemarin sebanyak 2.857 orang Yahudi fanatik memaksa memasuki Haram-i Sharif.

Ariel salah satu menteri dari koalisi pemerintahan di Israel, sering memaksa masuk ke Masjid al-Aqsa.

Bagi umat Muslim, Al-Aqsa mewakili situs paling suci ketiga di dunia.

Sementara orang Yahudi merujuk daerah tersebut sebagai “Gunung Bait Suci,” mengklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Timur Tengah 1967.

Israel Secara resmi mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada akhir 2015, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melarang menteri dan anggota parlemen memasuki kompleks al-Aqsa dalam upaya untuk menenangkan ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel, menyusul serangan yang dilakukan berulang kali oleh pemukim Yahudi di situs tersebut.

Namun pada Juni, Netanyahu mencabut larangan tersebut, yang kemudian memungkinkan anggota Knesset (parlemen Israel) untuk mengunjungi kompleks tersebut setiap tiga bulan sekali. (T/R03/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)