Gaza, MINA – Otoritas pendudukan Israel memaksa tahanan wanita Palestina untuk melepas jilbab dan memberikan makanan basi, bahkan sudah berjamur.
Menurut Pusat Info Palestina (Palinfo) pada Sabtu (7/12), lembaga-lembaga yang berfokus pada hak-hak tahanan memperingatkan tentang penganiayaan berat terhadap tahanan perempuan Palestina di Penjara Damon Israel.
Pelanggaran yang dilakukan otoritas keamanan Israel meliputi penggeledahan badan, penahanan di sel isolasi tanpa jilbab, dan ruangan yang dipantau CCTV sepanjang waktu.
“Kondisi semakin memburuk, para tahanan menerima roti berjamur dan makanan hummus yang basi. Angka terbaru menunjukkan 89 wanita ditahan di Penjara Damon, termasuk empat orang dari Gaza, yang identitasnya masih dirahasiakan,” kata lembaga itu.
Baca Juga: Kekompakan Aparatur Pemerintah di Gaza Gagalkan Rencana Israel
Bulan lalu, Israel menyita pakaian khas muslimah seperti jilbab, hijab, dan niqab dari tahanan wanita Palestina di Penjara Damon, memaksa mereka mengenakan pakaian olahraga abu-abu dan melarang penutup kepala, yang merupakan eskalasi serius dalam penyiksaan dan penghinaan sistematis terhadap tahanan.
Pada saat itu, faksi-faksi Palestina mengutuk tindakan tersebut sebagai “kejahatan keji” dan penghinaan terhadap semua nilai agama, hukum, dan kemanusiaan, dengan menekankan hal itu tidak dapat dibiarkan begitu saja.
Faksi-faksi Palestina menegaskan, rakyat Palestina memiliki kemauan dan tekad untuk menghadapi Israel dan melawan praktik-praktik agresifnya terhadap para tahanan, terutama wanita dan anak-anak.
Kelompok-kelompok tersebut menilai, tindakan keji Israel terhadap tahanan merupakan bentuk kekerasan psikologis dan fisik yang disengaja, sebagaimana dibuktikan oleh berbagai laporan dan statistik yang terus berlanjut.
Baca Juga: Kabinet Keamanan Ajukan Persetujuan Gencatan Senjata Kepada Kabinet Penuh Israel
Hamas telah meminta semua organisasi hak asasi manusia dan hukum lokal dan internasional, khususnya yang berfokus pada hak-hak perempuan, untuk menekan Israel agar mengakhiri praktik-praktik kejamnya.
Hamas juga mendesak gerakan-gerakan nasional, organisasi-organisasi kerakyatan, masyarakat Palestina, dan keluarga-keluarga tahanan untuk mengintensifkan upaya dukungan dan kampanye solidaritas mereka hingga para tahanan memperoleh kebebasan penuh.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kabinet Keamanan Israel Setujui Genjatan Senjata dengan Hamas