ISRAEL PERINTAHKAN TENTARA BONGKAR PERUMAHAN WARGA DI AL-QUDS TIMUR

Foto: AFP
Foto: AFP

Al-Quds, 30 Shafar 1436/23 Desember 2014 (MINA)– Pasukan Israel mendapatkan lima perintah untuk menghancurkan rumah warga Palestina di Al-Quds Timur pada Senin (22/12).

“Rumahnya di al-Tur yang dibangun pada 1938 dan diwarisi dari kakek-neneknya, akan dijadwalkan untuk pembongkaran,” kata Akram al-Shurafa, seperti dilaporkan Ma’an News Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa.

Akram al-Shurafa mengatakan, rumah tempat tinggalnya memiliki semua dokumen hukum yang diperlukan dan terdaftar dengan nama ibunya.

Al-Shurafa juga mengatakan, perintah pembongkaran adalah cara untuk menargetkan setelah pihaknya baru-baru ini diasingkan dari kota Al-Quds selama lima bulan bersama-sama dengan empat aktivis masyarakat Palestina lainnya.

“Tidak ada alasan yang diberikan dari pihak Israel atas pengasingan Faris Abu Ghannam, Daoud al-Ghoul, Majd Darwish, dan Salih Dirbas,” kata Akram al-Shurafa.

Sementara itu, Israel juga mengeluarkan dua perintah pembongkaran lain untuk Talal al-Sayyad dan Basil al-Sayyad meskipun tak satu pun dari mereka memiliki tempat tinggal.

Seorang pria lain, Abdullah al-Hadera, juga menerima perintah pembongkaran untuk rumahnya di al-Tur yang dibangun lebih dari 50 tahun yang lalu, dan Nadia al-Moghrabi, yang baru-baru ini ditahan dengan putrinya, juga menerima perintah pembongkaran untuk rumahnya di al-Tur.

Kotamadya Israel Rabu (17/12) lalu memberikan perintah pembongkaran kepada 11 rumah, sebagian rumah diantaranya sudah berumur 30 tahun di lingkungan Silwan yang membangun tanpa izin.

Israel jarang memberikan izin pembangunan rumah untuk warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur, dan secara teratur mereka menghancurkan bangunan yang didirikan tanpa izin.

Menurut Komite Israel Melawan Penghancuran Rumah menyebutkan, pada 2014 Buldoser Israel telah menghancurkan setidaknya 359 struktur Palestina di Tepi Barat.

Selama tahun 1967 Israel merampas Al-Quds Timur dari Yordania, diduduki dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat Internasional. (T/P010/R11)

Mi’raj Islamic New Agency (MINA)

Comments: 0