Israel Perketat Blokade dan Lancarkan Serangan ke Gaza

Gaza, MINA – Tentara pendudukan Israel memperketat blokade dan melancarkan serangkaian serangan pada waktu fajar Kamis (13/8), di lokasi perlawanan di Jalur Gaza, Arab 48 melaporkan.

Otoritas pendudukan juga mengurangi area penangkapan ikan di Laut Gaza setelah sebelumnya menutup penyeberangan komersial Kerem Shalom dan menghentikan masuknya bahan bakar ke Gaza.

Pesawat-pesawat tempur pendudukan melanjutkan serbuan mereka di Jalur Gaza untuk hari kedua, dengan dalih menanggapi balon-balon api pembakar yang diluncurkan dari Gaza menuju lahan pertanian di permukiman ilegal Yahudi di dekat perbatasan Jalur Gaza.

Sekira pukul 03.00 dini hari waktu setempat, pesawat tempur melancarakan pengeboman dengan dua rudal ke posisi perlawanan di barat Kota Gaza, dan lahan pertanian di timur Beit Hanoun. Tidak ada korban luka yang dilaporkan, sementara rumah warga sipil Palestina rusak.

Pesawat-pesawat itu menyerang bidang di daerah Sufa, timur laut Rafah, sementara artileri pendudukan membom satu titik pasukan Hama al-Thaghour, sebelah timur Deir al-Balah.

“Pesawat tempur dan helikopter, bersama dengan tank militer, melancarkan serangan ke beberapa sasaran gerakan Hamas di Jalur Gaza,” kata tentara Israel dalam sebuah pernyataan kepada media.

Selama penyerangan, kompleks militer untuk angkatan laut Hamas, infrastruktur bawah tanah dan situs pemantauan milik kelompok itu menjadi sasaran.

Menurut juru bicara militer Israel, penyerbuan itu sebagai tanggapan atas peluncuran balon pembakar dari Jalur Gaza menuju wilayah Israel selama sepekan terakhir.

Tentara pendudukan menuding Hamas bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan dan terus bekerja melawan apa yang disebutnya semua upaya untuk merugikan warga Israel.

Sehubungan dengan penyerangan tersebut, Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah Pendudukan Palestina, Kamil Abu Rukn, mengumumkan penghentian segera masuknya bahan bakar ke Jalur Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Ini terjadi setelah dua hari keputusan serupa untuk mencegah masuknya bahan bangunan ke Jalur Gaza, selain penutupan penyeberangan komersial Kerem Shalom, dengan dalih adanya peluncuran balon pembakar dari Jalur Gaza menuju tanah di selatan wilayah pendudukan Israel itu.

Faksi perlawanan menganggap, pendudukan bertanggung jawab atas akibat dari agresi dan penyerangan di Gaza. Pemimpin Gerakan Jihad Islam di Palestina, Daoud Shehab mengatakan, perlawanan akan terus mengambil semua alasan yang mungkin untuk menanggapi agresi Zionis.

Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum menekankan, gerakannya tidak dapat menerima blokade Jalur Gaza sebagai fait completi, menekankan bahwa rakyat Palestina dan perlawanan mereka tidak akan terus diam. (T/B04/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)