Israel Perketat Pembatasan di Al-Quds

, MINA – Hari pertama bulan suci Ramadhan, Pasukan memasang penghalang besi dan mendirikan pos pemeriksaan militer di kota Al-Quds, Jumat (24/3).

Ini langkah provokatif, Menteri Israel, Itamar Ben Gvir memutuskan untuk mencapai titik dekat Masjid Al-Aqsa, bertepatan dengan pelaksanaan shalat Jumat pertama di bulan Ramadhan, dengan dalih untuk memantau situasi.

Israel mengumumkan bahwa mereka akan memperkuat pasukannya di Al-Quds dengan 2.000 pasukan polisi dan dua kompi cadangan, terutama di Kota Tua dan halaman Masjid Al-Aqsa, demikian Palinfo melaporkan.

Pasukan Israel menghalangi kedatangan ribuan warga dari Tepi Barat ke kota Al-Quds untuk melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa.

Ratusan warga Palestina ditahan di pos-pos pemeriksaan militer antara Tepi Barat dan Al-Quds. Israel memukuli dan mengintimidasi sebuah keluarga Al-Quds yang sedang dalam perjalanan ke Masjid Al-Aqsa di kampung Sheikh Jarrah Al-Quds.

Sumber-sumber lokal melaporkan seorang warga Al-Quds, melakukan dalam perjalanan ke Masjid Al-Aqsa bersama keluarganya untuk melaksanakan shalat Jumat pertama di bulan suci Ramadhan, diserang pasukan Israel di depan anak-anaknya, yang berusaha melindungi dan membebaskannya. tetapi mereka tidak berhasil.

Pasukan Israel memperketat prosedur akses ke Masjid Al-Aqsa dan melarang banyak kalangan untuk bisa sampai Masjid Al-Aqsa. Sehingga mereka yang shalat di Masjid Al-Aqsa hanya terbatas untuk penduduk kota Al-Quds dan Palestina 48, serta warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza dalam jumlah terbatas yang memiliki izin khusus.

Pasukan Israel menahan ratusan warga di pos pemeriksaan militer Qalandia di distrik Ramallah, dan di pos pemeriksaan militer 300 di utara Bethlehem. Drone dan helikopter Israel mengelilingi di atas Masjid Al-Aqsa dan kota Al-Quds.

Meski banyak pos pemeriksaan militer Israel yang diberlakukan di kota Al-Quds, namun dihalaman Masjid Al-Aqsa dipenuhi oleh jamaah pada hari kedua di Ramadhan. (R/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)