Israel Tak Ikut Asian Games 2018, Palestina Ikut

Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA Ismet Rauf saat acara “Public Expose, Laporan Perkembangan Penyelenggaraan Asian Games 2018” yang digelar di Jakarta, Senin (11/12/2017). (Foto: Rana/MINA)

Jakarta, MINA – Atlet-atlet dari Israel dipastikan tidak ikut dalam memeriahkan event akbar Asian Games 2018 yang berlangsung 18 Agustus – 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Hal ini ditegaskan Ketua Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, yang menyatakan Israel tidak ada dalam daftar 45 Negara Peserta Asian Games 2018. Justru Palestina termasuk dalam daftar peserta pesta olahraga empat tahun sekali di benua Asia itu.

“Jumlah peserta 45 negara, Israel tidak ikut. Yang ikut ada negara-negara pecahan Rusia,” tegas Erick dalam acara “Public Expose, Laporan Perkembangan Penyelenggaraan Asian Games 2018” yang digelar di Jakarta, Senin (11/12).

Acara ini selain dihadiri para pemangku kepentingan olahraga, baik di Kemenpora, KOI, KONI, dan perwakilan induk organisasi olahraga, juga diikuti para pemimpin redaksi (pemred) media termasuk Pemred Kantor Berita MINA Ismet Rauf, yang merupakan mitra dalam menyukseskan pelaksanaan ajang yang akan diikuti 45 Komite Olimpiade Nasional (NOC) itu.

Asian Games 2018 akan mempertandingkan 40 cabang olahraga, 67 disiplin, dan 462 nomor pertandingan.

Palestina mulai berpartisipasi dalam Asian Games di Beijing tahun 1990 dan tidak pernah melewatkan acara Asian Games. Dari tujuh kali partisipasi, Palestina berhasil mengumpulkan satu perunggu. Satu-satunya medali untuk Palestina diciptakan di Asian Games XIV Busan 2002, melalui Munir Abu-Keshek dalam cabang olahraga tinju.

Sementara sebagai tuan rumah Asian Games ke-18 mendatang, Indonesia adalah satu dari tujuh negara yang berpartisipasi secara konsisten dalam Asian Games sejak pertama kali diadakan pada tahun 1951 di New Delhi. Ke tujuh negara tersebut adalah India, Indonesia, Jepang, Filipina, Sri Lanka, Singapura, dan Thailand.

Asian Games 2018 adalah acara Asian Games kedua yang diadakan di Indonesia, setelah Asian Games ke-4 pada tahun 1962 di Jakarta.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA Ismet Rauf memberikan apresiasi dan mendukung panitia pelaksana Asian Games tak mengundang Israel pada ajang akbar di benua Asia tersebut.

Menurutnya, hubungan dalam bentuk apapun dengan Israel, merupakan sebuah pelanggaran konstitusi, karena Indonesia menentang penjajahan.

“Sejak zaman Presiden Soekarno, Indonesia kukuh menolak mengakui keberadaan Israel sebagai suatu negara. Bung Karno bahkan dengan lantang menentang kepesertaan Israel dan Taiwan di Asian Games. Hal itu ditunjukkan Bung Karno dengan tidak mengundang Israel dan Taiwan di Asian Games tahun 1962 yang berlangsung di Jakarta,” ujarnya.

Atas sikap tegas Bung Karno itu, Komite Olimpiade Internasional (KOI) kemudian mencabut sementara keanggotaan Indonesia dalam organisasi tersebut. Tak kalah galak, Bung Karno lantas menyatakan Indonesia keluar dari KOI dan menggagas dibentuknya olimpiade tandingan dengan nama GANEFO (Games of the New Emerging Forces). (L/R01/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)