Israel Tambah Tentara di Al-Quds Pada Hari Raya Yahudi

Para pemukim ekstrimis Yahudi Israel melakukan tur provokatif dengan kawalan ketat pasukan polisi Israel di lingkungan Masjid Al-Aqsha di Kota Al-Quds Palestina. (Foto: Al-Ray)

 

Kota Al-Quds, 5 Ramadhan 1438/31 Mei 2017 (MINA) – Pasukan pendudukan Israel banyak ditempatkan di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki, khususnya di Kota Tua dan daerah Tembok Al-Buraq, pada kesempatan perayaan Hari Raya Yahudi “Bawakir atau Turunnya Taurat”.

Israel mengubah Kota Al-Quds menjadi “barak militer”, dan mengerahkan ribuan anggota, unit khusus, kavaleri dan patroli militernya, serta menutup banyak jalan dan jalan di kota untuk memudahkan kedatangan para pemukim ekstrimis Yahudi ke dinding Buraq untuk erayakan Pesta orang Yahudi

Koordinator Media Departemen Wakaf Islam Kota Al-Quds, Firas Aldibs melaporkan, sekitar 151 pemukim ekstrimis Yahudi telah menyerbu Masjid Al-Aqsha sejak pembukaan gerbang Al-Magharibah pada Rabu (31/5), pukul 7.30 pagi waktu setempat.

Mereka mengadakan tur provokatif di berbagai bagian halamannya, dan mendapat penjelasan tentang dugaan “kuil bukit”, demikian Kantor Berita Palestina Al-Ray melaporkannya yang dikutip MINA, Rabu (31/5).

Aldibs menunjukkan bahwa ada pertemuan besar para pemukim ekstrimis Yahudi di gerbang luar Al-Aqsha, terutama gerbang “Katanin, Asbat, dan Al-Hadid,” memungkinkan mereka leluasa masuk ke Al-Aqsha. Pertemuan tersebut sehubungan dengan adanya seruan bagi orang-orang Yahudi untuk terus melakukan penyerbuan massal ke Al-Aqsha pada kesempatan Hari Raya “turunnya Taurat.”

“Pasukan israel memperketat langkah pengamanan di gerbang Al-Aqsha, dan menyita kartu-kartu identitas (penduduk pribumi Palestina) yang diberikan kepadanya,” ungkap Aldibs.

Peyerbuan harian ke Al-Aqsha biasanya mencakup ibadah dan ritual provokatif di gerbang masjid, dengan para pemukim ekstrimis Yahudi saat itu melakukan tarian, ibadah dan menyanyikan himne alkitab di depan Gerbang Qatanin.

Sementara itu, pakar dalam urusan Kota Al-Quds, Jamal Amro mengatakan bahwa perayaan hari raya Yahudi menargetkan kota suci dan penduduknya serta menjadi beban bagi penduduk pribumi Palestina, akibat tindakan pengamanan ketat yang dilakukan otoritas pendudukan Israel di kota tersebut.

Amro meminta penduduk pribumi Palestina di Kota Al-Quds dan di dalam wilayah pendudukan Palestina agar dapat mencapai Al-Aqsha untuk mengintensifkan kehadiran dan Ribat guna menghadapi penyerbuan para ekstremis Israel yang melanggar kesucian bulan suci Ramadhan, dan Kesucian Masjid Al-Aqsha.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah mempersiapkan pasukan yang diperkuat untuk menangani perayaan Hari Raya “Turunnya Taurat,” yang datang bersamaan dengan bulan Ramadhan, untuk memungkinkan kebebasan beribadah kepada semua agama dan masyarakat di kota dalam kedamaian dan keamanan.(T/R01/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)