Israel Tangkap 20 Warga Palestina  Pada Acara Pernikahan

Bethlehem, 14 Rajab 1437/ 22 April 2016 (MINA) – Pasukan Israel melanjutkan kampanye penahanan warga Palestina di Yerusalem Timur dalam penggerebekan pada Jumat (22/4), dengan menahan sekitar 20 warga Palestina, sebagai perketatan langkah-langkah keamanan menghadapi liburan Paskah Yahudi.

Sumber lokal mengidentifikasi mereka yang ditahan di Yerusalem Timur pada Jumat pagi pada acara pernikahan diantaranya, Mahmoud Dweik, Omar al-Zaanin, Thaer Zghayyar, Ahmad al-Hashlamun, Muhammad Najib, Ahmad Rajabi, Mumen Hashim, Ahmad Badriyyeh, Mamun Ghaith, Muhammad al-Shalabi, Ahmad al-Bayyumi, Muhammad Ziyad, Muhammad Jaber, Ahmad al-Shawish, Mahmoud al-Shawish, Ibrahim al-Natsheh, Munir al-Ajliouni, Amjad Abu Snineh, Muhammad Bayyumi, dan Ahmad Abu Ghazaleh. Demikian Maan News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Penahanan terjadi setelah pasukan Israel melukai 16 warga Palestina dengan peluru baja berlapis karet dan gas air mata selama penggerebekan tersebut di wilayah kependudukan Yerusalem Timur, Kamis (21/4).

Polisi Israel mengumumkan langkah-langkah keamanan diperketat dalam sebuah pernyataan Jumat pagi untuk liburan Paskah Yahudi, dengan tambahan unit polisi dikerahkan ke tempat-tempat umum dan penekanan pada Kota Tua, Yerusalem Timur.

Pasukan Israel juga menerapkan penutupan lengkap tentang penyeberangan di Tepi Barat  dan Jalur Gaza Palestina mulai Kamis tengah malam sampai Sabtu tengah malam.

“Hanya bantuan medis, dan penanganan khusus yang diizinkan untuk menyeberang setelah mendapat persetujuan dari Koordinator Aktivitas Pemerintahan Israel di Daerah (COGAT),” kata polisi Israel.

Pasukan Israel telah mengintensifkan razia di Yerusalem Timur dalam beberapa hari terakhir sejak bom meledak di dalam bus Yerusalem pada Senin, melukai 20 warga Israel dan pemuda Palestina, 19 tahun bertanggung jawab atas serangan itu.

“Secara terpisah, pasukan Israel menahan dua warga Palestina di Tepi Barat, Hebron Selatan pada Kamis malam atas tuduhan kegiatan ilegal,” kata seorang juru bicara militer Israel.

Rata-rata 96 operasi pencarian dan penahanan telah dilakukan oleh pasukan Israel di wilayah Palestina yang diduduki sejak awal 2016.

Menurut kelompok hak narapidana Addameer, ada 7.000 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, dan 700 warga Palestina ditahan di penahanan administratif interniran tanpa pengadilan atau biaya.(T/hna/P2 )

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)