ISRAEL TANGKAP MAHASISWA PALESTINA

Mahasiswa Palestina
Polisi Israel tangkap mahasiswa Palestina di al-Khalil (Foto: Palestine.info)
Polisi Israel tangkap mahasiswa Palestina di al-Khalil (Foto: Palestine.info)

Al-khalil, 28 Dzulhijjah 1435 H/22 Oktober 2014 M (MINA) – Pasukan Israel (IOF) pada Selasa kemarin menangkap seorang mahasiswa Palestina, Iyad Omar al-Salibi, di selatan Tepi Barat kota al-Khalil, menghancurkan struktur sipil dan mengancam akan merobohkan rumah keluarga Palestina ‘di Yatta.

Koordinator komite rakyat, Raed Jabour, melaporkan, pasukan IOF menghentikan sebuah mobil milik mahasiswa dan menyeret pengmudinya ke tempat yang tidak diketahui. Palestina.info melaporkan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu.

“Akhir-akhir ini sering terjadi penangkapan terhadap mahasiswa di dekat pos pemeriksaan Wadi al-Nar, berada diantara Bethlehem dan kota al-Khalil,” katanya.

Jabour mengatakan, IOF juga mengeluarkan serangkaian ancaman pembongkaran yang menargetkan dua rumah Palestina dan struktur ternak di Yatta, di al-Khalil.

Di tempat lain, patroli IOF menyerbu desa Azmout, sebelah timur kota Nablus, di utara Tepi Barat, dan melancarkan operasi frenzy, menyisir dan menyebarkan kepanikan di kalangan anak-anak dan perempuan.

Para polisi Israel meneruskan patrolinya hingga ke rumah keluarga Palestina, menggeledah mereka dan mengurung penghuninya dalam satu kamar.

Serangan IOF memuncak dalam pembongkaran mendadak dari sejumlah perumahan dan pertanian Palestina. Entitas Yahudi juga mendirikan perumahan baru di kawasan Al-Quds dengan dalih pembangunan pemukiman penduduk.

Pusat Informasi di kota Silwan, Al-Wadi mengatakan, pasukan IOF menyerang dan meratakan tiga rumah Palestina di kawasan at-Tur menggunakan buldoser dan peralatan militer, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kawasan yang ditargetkan, milik keluarga al-Zur’ee, luas wilayahnya meliputi lebih dari 200 Km2, yang merupakan rumah bagi sekitar 23 warga Palestina, yang semuanya telah tunawisma.

Para pengamat Palestina mengatakan, pemilik tanah adalah satu-satunya penduduk asli daerah dan telah menyiapkan tempat itu sejak awal 1980-an, sebelum otoritas pendudukan Israel memerintahkan mereka untuk meninggalkan daerah pada tahun 2003 lalu.

Serangan serupa terjadi di Beit Hanina, sebelah utara al-Quds, di mana IOF merobohkan dinding rumah Palestina dalam upaya membuka lorong baru yang mengarah ke sebuah pos permukiman Israel. (T/P011/R11)

Mi’raj Islamic Nwes Agency 

Comments: 0