Israel Tangkap Wartawan Palestina, Sudah Lebih 20 Wartawan Ditangkap Israel

Yerusalem, MINA – Pasukan Israel menangkap Abdelrahman al-Thaher, wartawan dan pembuat film dari Nablus, pada Selasa (27/10).

Ia menjadi salah satu dari lebih dari 20 wartawan Palestina yang saat ini ditahan Israel. Middle East Eye melaporkan,

Israel menangkap Thaher di rumahnya di kota Nablus di Tepi Barat bagian utara yang diduduki.

Rasha al-Sayeh, istri Thaher, mengatakan, keluarganya terbangun karena suara jip militer Israel pada pukul 2 pagi.

“Petugas Israel menginterogasi suami saya dan menggeledah ruang kerja dan barang-barang pribadinya, serta membawa suami saya,” ujar Sayeh.

Penangkapan Thaher oleh pasukan Israel terjadi tak lama setelah pembuat film berusia 38 tahun yang bekerja di pusat media An-Najah di Nablus itu, memproduksi dan menyajikan sejumlah program TV.

Dakwaan di balik penangkapan Thaher oleh pasukan Israel belum dipublikasikan.

Sayed, putra pasangan itu yang berusia delapan tahun, saat penggeberekan oleh tentara Israel terbangun dan terkejut yang membuatnya takut.

“Dia menangis sepanjang waktu dan menuntut kembalinya ayahnya,” kata Sayeh.

Forum Internasional Palestina untuk Informasi dan Komunikasi mengecam keras penangkapan wartawan, dan menyatakan, ”Kami tegaskan kebebasan wartawan untuk melakukan pekerjaannya.”

“Ini pertama kalinya Abdelrahman al-Thaher ditangkap oleh Israel. Padahal dia tidak terlibat dalam aktivitas politik apa pun, dan kami tidak tahu mengapa dia ditangkap. Bahkan karya jurnalistiknya pun tidak menjadi alasan untuk mengejarnya,” bunyi pernyataan.

Forum itu juga mengecam penagkapan lebih dari 20 wartawan Palestina saat ini oleh Israel.

Thaher telah lama bekerja di bidang media sebagai wartawan dan presenter, dengan berbagai program di TV Wattan Palestina, TV Roya Yordania dan TV Al Araby yang berbasis di Inggris.

Thaher juga memproduksi sejumlah film dokumenter dan pertunjukan satir tentang Palestina. (T/RS2/P1)

                                     

Mi’raj News Agency (MINA)