Israel Targetkan Pos Hamas dalam Serangan Terbaru di Gaza

Tel Aviv, MINA – Israel mengatakan, pihaknya melakukan serangan udara terbaru di Jalur Gaza dalam menanggapi tiga dugaan roket yang ditembakkan dari daerah Palestina yang dikepung.

Outlet media Palestina seperti dikutip dari Aljazeera pada Senin (6/7) mengatakan, jet tempur Israel menargetkan posisi milik Hamas, kelompok yang mengelola Jalur Gaza, di lingkungan Al-Zaytoun. Lahan pertanian di daerah itu juga dikabarkan terkena dampak.

Tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan pada Ahad (5/7) malam yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan atas rencana Israel yang dikecam dunia internasional untuk secara ilegal mengambil paksa (Aneksasi) wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosia Twitter, tentara Israel mengatakan, total tiga roket ditembakkan dari Gaza ke Israel sehinga memicu sirene serangan udara.

Menurut laporan TV Channel 12 Israel, dikatakan bahwa salah satu roket digagalkan, sementara dua lainnya mendarat di daerah terbuka.

Sejak 2008, Israel telah melancarkan tiga perang di Jalur Gaza, menewaskan ribuan orang. Dalam beberapa bulan terakhir, gencatan senjata informal telah diamati, di mana Israel sedikit mengurangi blokade wilayahnya yang melumpuhkan.

Tetapi ketegangan telah meningkat ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, dia berharap untuk segera memulai proses aneksasi. Rencana kontroversial yang telah dikecam oleh banyak komunitas internasional termasuk para ahli PBB yang mengatakan, langkah seperti itu akan menjadi pelanggaran serius bagi negara tersebut, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konvensi Jenewa.

Hamas telah memperingatkan Israel akhir bulan lalu bahwa aneksasi yang direncanakan itu merupakan “deklarasi perang”.

Pada tanggal 26 Juni, dua roket ditembakkan dari Gaza ke Israel, memicu serangan udara Israel terhadap Hamas di Jalur Gaza, dan tanggal 1 Juli, tanggal target Netanyahu untuk memulai proses aneksasi, Hamas melepaskan tembakan roket ke laut sebagai peringatan kepada Israel untuk tidak melanjutkan langkah itu, menurut laporan.

Pekan lalu, Hamas dan partai lawannya, Fatah yang berbasis di Tepi Barat, mengumumkan dalam konferensi pers bersama bahwa mereka akan bekerja sama untuk melawan aneksasi yang direncanakan Israel. (T/R6/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)