Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Tutup Jalan Menuju Yerusalem Sebagai Hukuman Kolektif

Zaenal Muttaqin - Senin, 12 Februari 2018 - 19:48 WIB

Senin, 12 Februari 2018 - 19:48 WIB

94 Views

Tentara Israel melakukan pemblokiran jalan (Foto: File/Ma'an)

israel-300x200.jpg" alt="" width="315" height="210" srcset="https://minanews.net/wp-content/uploads/2018/02/blokir-israel-300x200.jpg 300w, https://minanews.net/wp-content/uploads/2018/02/blokir-israel.jpg 600w" sizes="(max-width: 315px) 100vw, 315px" /> Tentara Israel melakukan pemblokiran jalan (Foto: File/Ma’an)

Al-Quds, MINA – Israel melakukan tindakan yang dianggap sebagai hukuman kolektif atas insiden pelemparan batu ke pasukan Israel dan pemukim, dengan menutup jalan ke daerah kota Hezma dan Issawiyeh di Yerusalem (Al-Quds), sejak Ahad malam (11/2).

Daerah Issawiyeh telah merasakan penderitaan akibat penutupan jalan untuk sementara waktu. Hal itu mengganggu kehidupan dan aktivitas siswa ke sekolah mereka.

Warga telah memprotes tindakan penghukuman Israel di lingkungan mereka, yang menurut polisi Israel terjadi sebagai akibat pemuda yang melemparkan batu ke pasukannya.

Di Hezma, di sebelah timur kota tapi di luar perbatasannya seperti dilaporkan WAFA yang dikutip MINA, tentara pertama kali memblokir dua pintu masuk utama dengan benteng beton dan kemudian memasang sebuah gerbang besi besar untuk menghalangi pintu masuk utamanya.

Baca Juga: Al-Qassam Rilis Rekaman Penyergapan terhadap Tentara Israel di Tal al-Hawa Gaza

Menurut walikota kota, Samar Deifallah, tentara Israel telah melakukan penggerebekan rumah setiap malam dan juga menahan orang-orang, terutama kaum muda.

Dia mengatakan, tentara melakukan semua tindakan ini terhadap kotanya yang mengklaim bahwa pemuda melemparkan batu ke kendaraan Israel yang lewat.

Deifallah mengatakan, bahwa kota tersebut dihuni 8000 penduduk yang menderita karena hukuman kolektif Israel. Tujuh orang dari Hezma menjalani antara satu sampai tujuh tahun di penjara Israel karena menolak pendudukan. (T/B05/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Klaim Hamas Masih Mampu Bom Tel Aviv dan Yerusalem

Rekomendasi untuk Anda