Israel Umumkan Rencana Enam Proyek Pemukiman Baru

Ramallah, MINA- Pusat Peneliti Palestina urusan pemukiman menyampaikan, pendudukan Israel mengusulkan rencana enam proyek pemukiman baru untuk memperluas permukiman di area seluas 853 hektar wilayah milik warga Palestina yang disita Israel di Tepi Barat.

Rencana pemukiman baru tersebut telah diumumkan segera dibangun di lokasi yang berada di provinsi Tulkarem, Hebron, dan Betlehem.

Rencana ini bertujuan untuk mengubah penggunaan lahan pertanian menjadi kawasan permukiman dan perluasannya. Palinfo melaporkan, Selasa (4/5).

Disebutkan, rencana no 1/2/110 ditujukan untuk memperluas permukiman Inav di provinsi Tulkarem, akan menyita sekitar 289 lahan milik warga yang terletak di cekungan no 1, desa Ramin yang akan dibangun kawasan permukiman Israel mulai tipe A dan B, serta prasarana publik, dan akses jalan, di bagian utara dan timur wilayah Tulkarm, Tepi Barat utara.

Sementara rencana no 1/3/414 bertujuan memperluas permukiman Matsada Asvar, terletak di provinsi Hebron timur (Tepi Barat selatan) lahan seluas 274 hektar yang akan mencaplok lahan warga di kawasan cekungan no 20 wilayah kota Sair, dan cekungan no 8 wilayah kota Syuyukh.

Untuk melegalkan sekitar 120 unit permukiman yang telah dibangun sejak beberapa waktu lalu, juga ditujukan untuk membangun akses jalan baru yang akan menghubungkan permukiman Metsada Asfar dengan permukiman Metsada Shimon.

Penjajah Israel juga memaparkan rencana nomor 5/8/426 perluasan cluster Bitar Alit yang dibangun di provinsi Betlhem hasil sitaan, mencapai sekitar 147 hektar, dan akan menyita lahan warga di kota Nahlain.

Sementara itu usulan nomor 66/5/410 ditujukan untuk perluasan permukiman Evrat yang dibangun di provinsi Betlehem luas sekitar 128 hektar, dan akan menyita lahan warga di cekungan no 2 di wilayah kota Khidir.

Selain itu, pihak Israel mengusulkan proyek no 5/5/514 untuk perluasan permukiman Shamah di lahan milik warga kota Dhahiriyah yang disita, Hebron selatan dengan luas sekitar 14 hektar membangun 20 unit permukiman baru. (R/Rd/B04)

Mi’raj News Agency (MINA)