Isu Palestina Akan Jadi Fokus Indonesia Sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB

Jakarta, MINA – Sidang Majelis Umum PBB telah menetapkan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode 2019-2020 mewakili Asia Pasifik.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno L.P Marsudi mengatakan, isu Palestina akan menjadi fokus perhatian Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB.

“Selain itu sebagai anggota tidak tetap DK PBB Indonesia akan fokus kepada; pertama, memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global.Indonesia akan mendorong budaya habit of dialogue, dalam penyelesaian konflik. Indonesia juga meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB termasuk peran perempuan,” ujar Menlu Retno saat melakukan video conference langsung dari New York, Jumat (8/6).

Kedua,  lanjutnya, Indonesia akan berupaya meningkatkan sinergi antara organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian.

Ketiga, dalam menghadapi tantangan bersama masyarakat internasional dari terorisme dan ektremisme, Indonesia akan mendorong terbentuknya global comprehensive approach untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme.

Keempat, Indonesia juga akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan.

Ia mengatakan, kemitraan global yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas tentunya akan berkontribusi pada pencapaian agenda pembangunan PBB 2030.

Menurutnya, “Apa yang telah dicapai Indonesia hari ini merupakan hasil dari proses pencalonan dan kampanye yang dimulai pada tahun 2016. Langkah Indonesia untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB adalah wujud dari prioritas polugri Indonesia.”

Menlu Retno juga mengemukakan, akan mengajak negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB lainnya untuk membuat Dewan Keamanan PBB bekerja lebih efesien, efefektif dan akuntabel dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan perdamaian global.

Melalui proses pemilihan tertutup Indonesia berhasil memperoleh 144 suara dari jumlah keseluruhan 190 negara anggota PBB yang hadir.

Sebelumnya, Indonesia sudah pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yaitu periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.(L/R04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0