Jadikan Masjid Garda Terdepan Penyangga Pangan

Oleh: Legisan Samtafsir, Pendiri Al Balad Foundation, Depok, Jawa Barat

Sudah tiga pekan masyarakat tidak bekerja. Sebagian pabrik sudah tutup. Mau kerja, tak ada pekerjaan. Mau jualan, tak ada yang dijual.

Sementara, bahan pangan di rumah habis. Mau ke mana lagi.? Ingat! penjarahan selalu dipicu oleh keterpaksaan, karena perut sudah tidak makan.

Ada 1 juta masjid, tempat yang sangat dekat dengan rakyat. Mari kita jadikan masjid sebagai garda terdepan untuk mengumpulkan bantuan dan menyalurkan bantuan pangan:

#1 Ajak jamaah untuk berinfaq dan zakat (yaitu zakat harta, profesi, perusahaan, perniagaan, pertanian, peternakan), yaitu untuk membeli paket pangan, misalnya Rp. 100 ribu (beras 5kg, gula 1kg, dan produk-produk pangan/lauk UKM yg tahan lama dll).

#2 Sediakan tempat untuk gudang bantuan.

#3 Sediakan booth pelayanan untuk jamaah yang datang.

#4 Pembelian beras dan produk-produk harus ke petani dan pembuat produk langsung, ke UKM-UKM (jangan ke cukong-cukong atau produk pabrikan besar).

Kenapa harus produk-produk UKM, karena itu sekaligus untuk mendorong usaha rakyat kecil untuk bisa beroperasi.

#5 Umumkan ke masyarakat yang memerlukan bantuan penyangga pangan, agar mengambil ke masjid. Tetapi jangan dalam 1 waktu, agar tidak bergerombol dan menimbulkan keramaian.

#6 Siapkan seruan salat 5 waktu (sementara berjamaah di rumah bersama keluarga) dan ajarkan pedoman dzikir pencegahan penularan penyakit.

#7 Untuk memastikan tepat sasaran, pengurus masjid dapat berkordinasi dengan RT/RW setempat.

#8 Lakukan ini di semua masjid dan hanya melalui masjid. Jangan memberi bantuan langsung. Tak terkecuali masjid kecil di kampung-kampung yang terpencil.

#9 Masjid-masjid yang berlimpah bantuan, agar menyalurkan bantuan itu ke masjid lain.

#10 Sebarkan seruan ini ke semua masjid, agar juga melakukannya.

Pastikan jangan sampai ada masyarakat yang kelaparan, yang bisa menimbulkan kejahatan. Jadikan masjid penyangga kehidupan. Citra masjid akan lebih sempurna (kaffah). (A/R2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)