Jadikanlah Rumahmu Sebagai Sarana Ibadah di Bulan Ramadhan

Oleh: DR. Samehh Hajjaj, Ulama Palestina

Ikhwan dan akhwat para pejuang tauhid yang Allah rahmati. Persiapkanlah diri kalian untuk memperindah bulan Ramadhan, dekorasilah rumah rumah kalian dengan pernak pernik warna keindahahan Ramadhan. Bbersuka citalah engkau dan keluargamu dengan kedatangan bulan Ramadhan ini, buatlah seindah mungkin rumahmu karena itu bisa memberikan kesenangan dan kebahagiaan bagi keluarga dan anak-anakmu, hiasi rumahmu dengan pita, tali, mainan yang kesemuanya menggambarkan agungnya bulan Ramadhan. Serta dirikanlah sarana masjid di dalam rumahmu dan jadikan ia sebagai tempatmu dan keluargamu melaksanakan shalat fardhu dan tarawih secara berjama’ah.

Karena Allah Subhanahu wataalla berfirman “Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman” (QS. Yunus: 87)

Arti dari firman Allah Subhanahu watalla “Jadikanlah rumah-rumahmu kiblat,” yakni jadikan rumah-rumah kalian wahai orang yang beriman tempat untuk kalian mendirikan sholat dalam keadaan takut, laksanakanlah shalat lima waktu pada waktunya, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang beriman dan taat kepada Allah tentang kemenangan yang hakiki, balasan ganjaran dari Allah Subhanahu watalla, sebagaimana hadist yang diriwayatkan Uqbah bin Amr “ Wahai Rosulullah, apa keselamatan itu? Rosulullah menjawab, Hendaknya kamu kendalikan mulutmu, cukupkan rumahmu dan tangisilah kesalahanmu.” (Hadits Riwayat Imaam At Turmudzi no: 2406 hadits ini Hasan)

Maka yang berkaitan dengan Shalat Tarawih, seyogyanya bisa dilaksanakan di tempat manapun, karena perintah untuk pelaksanaannya tidak mengikat. Pada dasarnya melaksanakan sholat Sunnah lebih utama di rumah. Hal ini berdasar pada sabda Rosulullah shallahu alaihi wassalam dari Ibnu Umar, bahwa Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallam Bersabda: “Jadikanlah Rumah-rumah Kalian Sebagai tempat Sholat, dan jangan dibuat Kuburan” (Hadits Muttafaq ‘alaih).

Sholat tarawih seorang laki-laki di rumahnya lebih utama apabila diniatkan untuk mengajak keluarganya dalam mendirikannya karena itu merupakan upaya dalam menghidupkan Sunnah dan mendapatkan kebaikan.

Firman Allah Subhanahu watalla “ Jadikan rumah-rumahmu tempat shalat, dan hidupkanlah syiar-syiar Allah bersama keluarga dan anak-anakmu”.

Para sahabat sangat gelisah saat mendengar wafatnya Nabi Muhammad Shallahu alaihi wassalam. Bahkan sebagian mereka saking terkejutnya ada yang tidak sadarkan diri, sebagian tidak bisa bangkit dari duduknya, sebagian mereka terdiam sehingga tidak  bisa berbicara, bahkan sampai ada sahabat saking terkejutnya mengingkari wafatnya Nabi Shallahu alaihi wassalam di antaranya adalah Umar bin Khatab radiyallahu anhu.

Ibnu Rajab mengatakan, saat Nabi Shallahu alaihi wassalam wafat kaum muslimin merasa bingung, di antara mereka ada yang kaget lantas tidak sadarkan diri, sebagian lain tidak bisa berdiri dari duduknya, sebagian lain lidahnya kaku hingga tidak bisa berbicara, dan sebagian lainnya mengingkari kematian Nabi Shallahu alaihi wassalam.

Dan di saat para sahabat masih goncang dan rapuh dan mengharapkan kebenaran perkataan Umar bin Khattab “ Demi Allah, tidaklah benar bahwa Rosulullah Shallahu alaihi wassalam telah meninggal,” maka Abu Bakar berkata: “Ketahuilah, barang siapa yang menyembah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Muhammad sekarang sudah wafat, dan barang siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup tidak wafat, dan beliau lanjutkan: “Sesungguhnya engkau akan mati, dan sesungguhnya mereka pun akan mati pula”. Dan membaca ayat: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”. Beliau berkata: Maka mulai terdengar isak tangis para sahabat yang lain….” (HR. Bukhori Np 3670)

Dalam riwayat lain Said bin al-Musayab mengatakan bahwa Umar berkata: “Demi Allah, ketika saya mendengar Abu Bakar mengucapkannya, aku tersentak dan bergetar ragaku sampai sampai kakiku terasa berat hingga aku tersungkur ke tanah menyadarkanku bahwa Nabi Shallahu alaihi wassalam telah wafat”.

Ikhwan dan akhwat, siapapun yang menjadikan masjid sebagai tempat untuk beribadah, sesungguhnya saat ini tempat ini ditutup sementara waktu untuk menjaga kehidupan dan kemaslahatan umat manusia, tapi barangsiapa yang berangkat menuju Allah subhanahu watalla untuk beribadah, maka ibadah itu bisa dilakukan di manapun kita berada.

Beribadah kepada Allah subhanahu wataalla tidak terikat oleh tempat, menghidupkan syiar-syiar Allah di rumah kalian terutama hati kalian, dengan izin Allah wabah ini akan hilang dan kita akan menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri di mana semua kaum muslimin bergembira dan berbahagia.(RA-1/P1)

Miraj News Agency (MINA)