Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jakarta Catat Hampir 2 Juta Kasus ISPA, Gejala Mirip COVID-19

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 6 November 2025 - 08:58 WIB

Kamis, 6 November 2025 - 08:58 WIB

51 Views

ilustrasi seseorang terserang ISPA (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA – Provinsi Jakarta melaporkan sekitar 1,9 juta kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga Oktober 2025. Lonjakan ini menuai kekhawatiran karena gejalanya banyak mirip COVID‑19, seperti batuk, pilek, sesak napas.

Berdasarkan data terkini dari Dinas Kesehatan jakarta/">DKI Jakarta, Rabu (5/11) total kasus ISPA di wilayah ibu kota mencapai 1.966.308 sejak awal tahun hingga Oktober 2025.

Kepala Dinas Kesehatan DKI, Ani Ruspitawati, menyampaikan bahwa peningkatan signifikan mulai teridentifikasi sejak Juli lalu.

Faktor‐faktor pemicu di antaranya adalah perubahan cuaca ekstrem dan pola musim peralihan, serta kualitas udara yang memburuk akibat polusi dan partikel halus (aerosol) yang mempercepat penularan penyakit saluran napas.

Baca Juga: Puluhan Warga Terjebak di Hutan Usai Longsor Putus Akses Jalan di Tapanuli Tengah

Ani mengingatkan masyarakat agar mewaspadai gejala‐gejala seperti batuk yang berkepanjangan, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas dan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala berat.

Puskesmas‐puskesmas di Jakarta dilaporkan menjadi lokasi kunjungan tertinggi pasien ISPA, mengingat penyakit ini mudah menular melalui droplet maupun aerosol, terutama di kota padat penduduk seperti Jakarta.

Sejak masa pandemi COVID-19, pengawasan penyakit saluran pernapasan menjadi perhatian utama di Jakarta. Meskipun kasus COVID terus menurun, munculnya lonjakan ISPA dengan karakteristik mirip COVID mengingatkan bahwa tantangan kesehatan masyarakat di perkotaan tidak hanya tentang satu virus saja.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa faktor lingkungan seperti kualitas udara, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan sistem imunitas masyarakat yang melemah dapat mendorong peningkatan kasus.

Baca Juga: BSN Tegaskan Food Tray MBG Wajib Penuhi Standar SNI

Pencegahan melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS), penggunaan masker di lokasi berisiko, serta deteksi dini melalui fasilitas kesehatan primer menjadi kunci dalam menekan angka kasus ISPA di Jakarta. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Syuriah PBNU Keluarkan Surat Pemberhentian Gus Yahya

Rekomendasi untuk Anda