Jakarta Tuan Rumah Kompetisi Menghafal Al-Qur’an ASEAN dan Asia Pasifik

Jakarta, Indonesia, jadi tuan rumah kompetisi menghafal Al-Qur'an dan Hadits kawasan ASEAN dan Asia Pasifik (Foto: Arab News)
Jakarta, Indonesia, jadi tuan rumah kompetisi menghafal Al-Qur’an dan Hadits kawasan ASEAN dan Asia Pasifik (Foto: Arab News)

Riyadh, 9 Jumadil Awwal 1437/17 Februari 2016 (MINA) – Kompetisi tahunan menghafal Al-Qur’an dan Sunnah untuk Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Asia Pasifik akan diselenggarakan di Jakarta pada 17-21 April.

Kompetisi Prince Sultan bin Abdul Aziz Competition for the Memorization of the Holy Qur’an and the Sunnah for ASEAN and Asia Pacific diselenggarakan oleh Yayasan Sultan bin Abdul Aziz Al-Saud Foundation (SAASF) dan Departemen Agama bekerja sama dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia.

Sekitar 140 kontestan yang menghafal seluruh atau sebagian dari Al-Qur’an, dan sabda Nabi Muhammad (Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam) diperkirakan akan berpartisipasi dalam kompetisi bergengsi ini, Arab News melaporkan, Rabu (17/2) seperti dikutip Miraj Islamic News Agency/MINA.

Negara-negara asal para peserta dalam kompetisi tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei, Singapura, Myanmar, Vietnam, Laos, Australia, Selandia Baru, Uzbekistan, Tajikistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Rusia, Korea Selatan, dan Thailand.

Kontestan akan bersaing dalam lima kategori kompetisi, empat di antaranya adalah tentang menghafal dan membaca Al-Qur’an, baik seluruhnya atau sebagian, dan kelima adalah menghafal dan membaca Sunnah.

Sekretaris Jenderal SAASF Pangeran Faisal bin Sultan mengatakan, kompetisi ini merpakan sebuah teladan dari perbuatan amal mendiang Pangeran Mahkota Sultan untuk melayani umat Islam di seluruh dunia.

“Ayah tercinta kami sangat tertarik dan giat mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah (perkataan Nabi Muhammad) tidak hanya di negara kita tapi di mana pun selama hidup dan sesudahnya,” kata Pangeran Sultan.

“Dia juga sangat bersedia untuk melanjutkan tugas itu, terutama setelah disambut secara luas oleh Muslim di semua negara. Jadi kami melanjutkan perbuatan baik ini bahkan setelah ia meninggal, terutama sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat Muslim di negara-negara ini,” tambahnya.

Pangeran Faisal menyatakan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Indonesia Joko Widodo atas dukungannya sebagai tuan rumah kompetisi dan kepada para menteri urusan agama Indonesia dan Arabh serta duta besar Saudi di Jakarta. (T/P022/R01)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)