Jamaah Haji ke Muzdalifah Setelah Wukuf di Arafah

Muzdalifah, MINA – Setelah sekitar 12 jam di dataran Arafat pada hari Senin (19/7) untuk wukuf, bagian terpenting dari ibadah haji, sebanyak 60.000 orang jamaah selanjutnya pergi ke Muzdalifah untuk persiapan tahap akhir haji tahun ini.

Beberapa menit setelah matahari terbenam pada hari kesembilan Dzulhijjah, para jamaah mulai bergerak ke dataran Muzdalifah yang terbuka tapi berbatu, tempat mereka shalat maghrib dan isya, Arab News melaporkan.

Kafilah bus yang masing-masing mengangkut 20 jamaah haji tiba di Muzdalifah. Di setiap bus ada pemandu yang bertugas membantu jamaah dengan semua informasi yang mereka butuhkan dan memastikan mereka menjaga jarak.

Bus-bus itu disertai dengan patroli keamanan dan ada jeda waktu antar bus untuk kelancaran arus lalu lintas.

Di Muzdalifah, para jamaah mengumpulkan kerikil untuk ritual rajam setan di daerah Jamarat di Mina. Hari pertama di Mina, 10 Dzulhijjah, menandai hari pertama Idul Adha.

Menteri Kesehatan Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah mengatakan kepada saluran TV Al-Ekhbariya bahwa tidak ada kasus virus corona yang terdeteksi di antara para jamaah selama haji ini.

“Ada beberapa kasus kelelahan ringan karena aktivitas fisik, tetapi para jamaah dengan kasus sederhana seperti itu meninggalkan rumah sakit tak lama setelah mereka menerima perawatan yang diperlukan,” katanya.

Dr Abdul-Fattah Mashat, Wakil Menteri Haji dan Umrah, mengatakan bahwa semua jamaah diangkut dari Mina ke Arafat dalam tiga jam. Lebih dari 1.700 bus membawa jamaah haji dari Arafat ke Muzdalifah, tambahnya.

“Segera setelah matahari terbenam, para jamaah mulai naik bus yang disiapkan sekitar tiga jam sebelumnya.”

Jamaah haji bergerak dari Muzdalifah kembali ke Mina, mulai dari tengah malam pada hari Senin.

“Bus-bus ini akan membawa mereka ke kamp mereka di Mina, dari mana mereka bisa pindah ke daerah Jamarat. Di sana, mereka akan menggunakan tiga lantai pembangunan Jamarat untuk melakukan rajam. Kami telah membagi para jamaah menjadi kelompok-kelompok dengan kode warna. Setiap kelompok akan melempar (batu ke) pilar dari lantai yang telah ditentukan dan dari tempat tertentu untuk menghindari penumpukan jamaah.

Mashat memuji para jamaah karena mematuhi peraturan dan mengikuti instruksi tentang pemakaian masker dan jarak sosial. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)