Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Awali “Gerakan Subuh Agung” Dukung Pembebasan Al-Aqsa

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Wadah Pemersatu umat Islam, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengawali “Gerakan Subuh Agung” dalam rangka untuk mendukung pembebasan Masjidil Aqsa dan kemerdekaan bangsa Palestina.

“Gerakan Subuh Agung” atau “Great Fajr Movement” tersebut digelar pada Jumat (21/2) di masjid beberapa daerah di Indonesia, seperti di Cileungsi, Bekasi, Lampung, dan lainnya. Kegiatan diawali dengan Shalat Subuh berjamaah kemudian dilanjutkan dengan tausyiah dan di tutup dengan doa.

Wartawan MINA, Widi Kusnadi yang bertindak sebagai pengisi tausyiah mengatakan, “Gerakan Subuh Agung” tersebut diinisiasi oleh ulama-ulama Palestina dengan mengajak seluruh umat Muslim di Palestina melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Al-Aqsa terutama pada Jumat.

“Setidaknya 60 ribu lebih Umat Muslim Palestina, menghadiri Gerakan Shalat Subuh berjamaah ini dan Jumat ini merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan,” kata Widi dalam tausiyahnya di Masjid At Taqwa, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan, gerakan ini dilakukan untuk merespon kedzaliman yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina dan penolakan terhadap proposal “Deal of the Century” yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhir bulan lalu.

Proposal tersebut dinilai sangat merugikan, karena salah satu isinya membagi wilayah yang bangsa Palestina hanya mendapatkan 15 persen sedangkan Israel mendapatkan sisanya.

Untuk itu, ia mengajak Umat Muslim di seluruh Indonesia harus mendukung dan mengembangkan “Gerakan Subuh Agung” tersebut untuk memompa semangat rakyat Palestina yang saat ini sedang berjuang.

“Kenapa mereka (Muslimin Palestina) memilih waktu Subuh, karena menurut pengamatan mereka, saat itu tentara Israel yang sedang berjaga di Masjid Al-Aqsa sedikit lengah karena itu waktu mereka istirahat, sehingga Muslimin Palestina bisa leluasa masuk ke masjid,” kata Widi.

Namun, masih banyak Muslimin Palestina yang tidak masuk ikut Shalat Subuh berjamaah, sehingga mereka shalat di masjid-masjid sekitarnya. (L/RE1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)