Jama’ah Muslimin (Hizbullah) bersama MINA Gelar Diklat Penulisan Artikel Islami

Bekasi, MINA – Majelis Dakwah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabek bekerja sama dengan Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) menggelar tadrib kristolog dan diklat penulisan artikel-artikel islami di Masjid Baitul Muttaqien, Harapan Mulya, Bekasi, Rabu (25/12).

Sejumlah tokoh menjadi narasumber pada pelatihan tersebut, seperti Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur, Pemimpin Redaksi (Pemred) Kantor Berita Islam MINA Ismet Rauf, dan mantan pendeta Dr. Agustinus Sri Urip Ragil Wibowo.

Imaam Yakhsyallah dalam sambutannya mengatakan, membaca dan menulis adalah kegiatan yang tidak pernah terlepas dari peradaban Islam. Bahkan, ketika peradaban Islam berkembang pesat, membaca dan menulis menjadi salah satu faktor utamanya.

“Membaca dan menulis itu mempunyai banyak manfaat, seperti melestarikan ilmu, sebagai sarana dakwah, mengembangkan ilmu pengetahuan, memperoleh kemuliaan di akhirat, dan bisa menjadi amal jariyah meskipun kita sudah berada di alam akhirat,” katanya.

Imaam Yakhsyallah mengungkapkan, para ulama zaman dahulu senang menghabiskan waktu di perpustakaan untuk menambah wawasan melalui aktivitas membaca dan menulis. Sehingga, saat peradaban Islam mencapai puncaknya, lahir banyak kitab karangan para ulama.

Sementara itu, Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Jabodetabek Sakuri ketika ditemui wartawan MINA di lokasi mengatakan, pelatihan penulisan artikel Islami ini adalah dalam rangka membentuk kader-kader berkualitas, tidak hanya dalam berpidato tetapi dalam bidang tulis-menulis.

“Tujuan digelarnya diklat penulisan artikel Islami ini adalah dalam rangka menaikkan kuantitas sekaligus kualitas tulisan-tulisan tentang keislaman. Jadi untuk menulis juga memerlukan ilmu. Dakwah tidak hanya mengandalkan membaca, tetapi juga menulis. Ini sudah satu paket,” katanya.

Sakuri mengatakan, ia cukup merasa surprise dengan jumlah peserta yang hadir. Target awal diklat penulisan artikel Islami tersebut dihadiri 70 perserta. Namun, jumlah yang datang lebih dari yang diharapkan. Ia berharap, ke depannya bisa dipertahankan, sehingga terus muncul bibit-bibit berkualitas.

“Jika melihat antusiasme peserta, kami sangat mengapresiasi kehadiran mereka. Nantinya, jika satu pertemuan belum cukup, akan diselenggarakan pertemuan-pertemuan selanjutnya, sampai para peserta paham tentang penulisan artikel islami,” katanya. (L/R06/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)