JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH) KIRIM SURAT KE PRESIDEN MYANMAR

Agus Tyno, Perwakilan dari Jama'ah Muslimin (Hizbullah) saat memberikan surat untuk Presiden Myanmar melalui Sekretaris Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Deddy R. Guritno. (Foto: Chamid/MINA)
Agus Tyno (kanan), Perwakilan dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah) memberikan surat untuk Presiden Myanmar melalui Sekretaris Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Deddy R. Guritno (kiri). (Foto: Chamid/MINA)

Jakarta, 16 Sya’ban 1436/3 Juni 2015 (MINA) – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) sebagai wadah kesatuan umat Islam mengirim surat kepada Presiden Myanmar Thein Shein guna memprotes kondisi etnis Muslim Rohingya.

Surat yang ditunjukan kepada presiden Myanmar Thein Shein diberikan oleh Agus Tyno sebagai Perwakilan dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dan diterima oleh Sekretaris Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Deddy R. Guritno di depan gerbang Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia di Jl Haji Agus Salim No 109 Menteng Jakarta Pusat, Rabu (3/6) siang.

Berikut isi surat lengkap dari Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA) yang ditunjukan kepada Presiden Myanmar.

Kepada Ykh.

Presiden Myanmar

Thein Shein

Nomor       : 15/UM/VIII/MKP-1436
Lampiran  : 1 (satu) berkas
Perihal       : Protes terhadap kondisi etnis Rohingya
Di Naypyidaw, Myanmar.

Atas nama umat Islam, Kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kami sangat terluka melihat kondisi etnis Rohingnya yang terusir dari Myanmar dan terpaksa Jiarus mencari keselamatan melalui laut dengan kapal-kapal yang tidak layak berlayar jauh. Mereka selama bertahun-tahun menderita dr bawah tindakan teror warga Myanmar yang lain yang secara sengaja mengganggu dan mengancam jiwa dan harta mereka, bahkan sudah membunuh dan membakar tempat-tempat tinggal dan rumah-rumah ibadah mereka.
  2. Kami menghimbau agar Anda sebagai Pemimpin Negara Myanmar menghentikan semua tindakan teror terhadap etnis Rohingnya baik oleh perseorangan maupun kelompok atau pun lembaga di kalangan warga Myanmar. Ketahuilah bahwa etnis Rohingnya memiliki hak untuk hidup di atas bumi yang didptakan oleh Tuhan untuk ditinggali manusia dengan damai dan saling menghormati.
  3. Islam adalah agama yang mengajak kepada kasih sayang dan kedamaian hidup sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an: ‘Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam ’ (Q.S. Al Anbiya [21]: 107). Mayoritas etnis Rohingya adalah kaum Muslimin yang diajarkan agamanya untuk hidup berdampingan dengan siapa pun secara damai. Bahkan diwajibkan kepada setiap muslim untuk menjaga dan melindungi serta menyantuni dengan baik tetangganya seperti berbuat baik kepada saudara kanding sendiri. Mereka bukan bangsa perusak melainkan kelompok manusia yang siap bekerja sama untuk membangun negeri dan saling menghargai antar sesama hidup.
  4. Kami berdoa kiranya Allah Subhanahu Wa Ta ala memberikan petunjuk dan bimbingan kepada Anda sebagai Pemimpin bangsa Myanmar untuk dapat menegakkan keadilan dan perdamaian di Myanmar terutama dengan memperlakukan etnis Rohingya sebagai warga negara Myanmar yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga Myanmar yang lain.
    Demikian disampaikan. Atas perhatian Anda disampaikan terima kasih.

Cileungsi, 8 Sya’ban 1436 H
26 Mei 2015 M
JAMA’AH MUSLIMIN (HIZBULLAH)
IMAAM,

YAKHSYALLAH MANSUR

Tembusan:
1. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
2. Presiden Republik Indonesia
3. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Repdblik Indonesia
4. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. (L/P010/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0