Jama’ah Muslimin Keluarkan Pernyataan Sikap Tentang New Normal

Bustamin Utje

Jakarta, MINA – Wadah persatuan umat Islam, Jama’ah Muslimin (Hizbullah), mengeluarkan pernyataan sikap berkenaan dengan rencana Pemerintah Republik Indonesia tentang penerapan New Normal saat Pandemi COVID-19 yang belum mereda dan masih menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Pernyataan sikap yang ditandatangani Amir Majelis Ukhuwah Pusat (MUP) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) H. Bustamin Utje dikeluarkan Sabtu (30/5) di Jakarta berisi enam poin sebagai berikut:

Pertama, hendaknya rencana penerapan New Normal dipersiapkan dengan sangat hati-hati oleh Pemerintah karena menyangkut keselamatan jiwa orang banyak, terutama dari kalangan anak-anak dan lanjut usia. Kajian yang komprehensif dan sangat hati-hati harus dilakukan sebagai dasar pengambilan keputusan yang bertanggung-jawab dan mengutamakan keselamatan bangsa dan negara secara berkelanjutan (sustainable safety).

Kedua, hendaknya narasi “Bersatu Melawan COVID-19” tetap dimasyarakatkan dan tidak serta-merta digantikan dengan narasi “Berdamai dengan Corona”, agar setiap anggota masyarakat tetap dalam kewaspadaan yang tinggi dan tidak melemah daya juangnya sampai betul-betul dicapai kemenangan bersama.

Ketiga, Pemerintah hendaknya memerhatikan aspirasi sebagian besar umat Islam di seluruh Indonesia untuk membuka kembali masjid-masjid dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Orang-orang yang mendatangi tempat ibadah akan lebih mudah dikendalikan perilakunya daripada yang mendatangi tempat-tempat keramaian yang lainnya seperti pusat-pusat perbelanjaan dan hiburan.

Keempat, selain pertimbangan yang bersifat pragmatis, hendaknya pemerintah memerhatikan pertimbangan agama dalam mengelola kehidupan bersama di tengah Pandemi COVID-19. Keimanan dan ketaqwaan sangat diperlukan oleh siapapun untuk mengambil sikap dan perilaku yang tepat dalam segala kondisi baik yang normal, new normal maupun abnormal.

Kelima, iman dan taqwa akan menjadi pegangan yang kuat agar seluruh masyarakat mampu keluar dari krisis ini dan melangkah memulai lembaran kehidupan yang baru dengan optimis, bersatu padu dan penuh kewaspadaan terhadap segala bentuk ujian, cobaan, hambatan dan ancaman dalam perjalanan kehidupan bersama.

Keenam, doa dan sikap tawakkal pun perlu kita terapkan lebih dahulu sebelum penerapan tindakan New Normal apapun.

Semoga Allah yang Maha Kuasa melindungi segenap masyarakat Indonesia dan umat manusia sedunia, aamiin.

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) merupakan wadah kesatuan Muslimin yang ditetapkan kembali pada 20 Agustus 1953 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1372, bukan organisasi, partai, perserikatan dan bentuk lain yang sifatnya politis, melainkan berbentuk Jama’ah.
Ditetapinya kembali Jama’ah Muslimin ini merupakan perwujudan ketaatan dalam memenuhi perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang disebutkan dalam Al-Qur`an Surat Ali ‘Imran ayat 102-103.(L/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)