Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jama’ah Muslimin Sampaikan Taushiyah Terkait Aksi Massa, Demo Anarkis akan Rugikan Indonesia

Redaksi Editor : Arif R - 8 jam yang lalu

8 jam yang lalu

231 Views

Imaam Yakhsyallah Mansur. (Foto: MINA)

Jakarta, MINA – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) meminta semua peserta aksi demonstrasi dan elemen  bangsa di Indonesia untuk dapat mengendalikan diri dan menjauhi sikap anarkis dalam menyampaikan pendapat saat berdemontrasi. Anarkisme hanya akan merugikan bangsa Indonesia ke depan.

Demikian disampaikan Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH. Yakhsyallah Mansur, MA, Ahad (31/1) kepada Kantor Berita MINA menanggapi situasi saat ini di Jakarta dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Ia menegaskan, menyampaikan aspirasi dan beda pendapat merupakan hak demokrasi yang dilindungi undang-undang, namun menurutnya sikap anarkis hanya akan merugikan semua pihak dan tidak ada yang diuntungkan.

“Dalam menghadapi pengunjung rasa,hendaknya aparat menganggap mereka adalah saudara begitu juga pengunjung rasa menganggap aparat yang bertugas juga merupakan saudara,” ujarnya.

Baca Juga: Tabligh Akbar Lampung: Imaam Yakhsyallah Tegaskan Persatuan Umat Kunci Kemenangan

Imaam Yakhsyallah Mansur mengingatkan para anggota DPR hendaknya menjadi wakil rakyat yang mementingkan kepentingan rakyat bukan diri sendiri, partai apalagi oligarki kekuasaan.

“Para elite politik hendaknya menghindari pernyataan dan tindakan yang memperkeruh situasi. Semoga situasi bangsa ini kembali pulih karena stabilitas dalam negeri sangat dibutuhkan dalam langkah membangun Indonesia ke depan,” katanya.

Pembina jaringan pondok Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia ini juga menyampaikan belasungkawa untuk keluarga Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang wafat dalam insiden yang terjadi pada demonstrasi Kamis malam, 28 Agustus 2025. Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 32, “Membunuh satu orang sama artinya dengan membunuh seluruh manusia.”

Imam Yakhsyallah berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi untuk selamanya, sebab membunuh satu orang berarti membunuh semua orang. []

Baca Juga: KH Abul Hidayat: Perpecahan Umat Lebih Berbahaya dari Bencana Alam

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Persatuan Umat dan Hidup Berjama’ah Adalah Ibadah yang Berkelanjutan

Rekomendasi untuk Anda