JAMA’AH MUSLIMIN DESAK TINDAK LANJUT PIDATO JOKOWI DI KAA UNTUK KEMERDEKAAN PALESTINA

yakhsyallah mansur
Imamul Muslimin, KH Drs Yakhsyallah Mansur
Imam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Yakhsyallah Mansur.(Foto: Arsip)

Jakarta, 12 Rajab 1436/1 Mei 2015 (MINA) – Jama’ah Muslimin (Hizbullah), sebagai wadah kesatuan umat Islam, memberikan apresiasi terhadap isi pidato Presiden RI Joko Widodo, khususnya yang berkaitan dengan dukungan kepada Palestina menjadi negara yang merdeka dan berdaulat sesuai Dasasila Bandung dan pesan-pesan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955.

Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Syaikh Yakhsyallah Mansur mengatakan, isi pidato tersebut harus terus ditindaklanjuti dan dikawal dengan kegiatan-kegiatan terkait oleh seluruh komponen bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia agar kedamaian dunia khususnya negara-negara Asia-Afrika segera terwujud.

Menurutnya, nilai-nilai universalisme sesungguhnya sejalan dengan ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya menegakkan keadilan, kedamaian, persatuan dan kesatuan, kemandirian serta kerjasama dalam kebaikan.

“Hal itu sesuai prinsip Islam sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam seperti pada Al-Anbiya ayat 107, prinsip saling menolong dalam kebaikan Al-Maidah ayat 2, dan prinsip persatuan dan kesatuan ummat Ali Imran ayat 103,” kata Yakhsyallah Mansur kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat (1/5).

Pada Pembukaan Peringatan Ke-60 KAA di Jakarta, Rabu (22/4), Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pidato resmi yang menggugah dunia, khususnya negara-negara di kawasan Asia Afrika, untuk mendukung Negara Palestina merdeka dan berdaulat penuh.

Terutama pidato Presiden Joko Widodo yang berisi tentang masih adanya ketidakadilan, kesenjangan dan kekerasan global dunia saat ini, kemandirian bangsa-bangsa Asia-Afrika serta perlunya kepemimpinan global yang kolektif, perlunya reformasi PBB yang lebih menjamin terciptanya perdamaian dunia.

Presiden Joko Widodo juga menekankan perlunya solidaritas, saling membantu dan kerjasama antar kawasan Asia dan Afrika, penghargaan dunia atas hak-hak asasi manusia,menyelesaikan berbagai pertikaian baik di dalam negeri mau pun antar negara secara damai.

Jokowi juga memprakarsai pertemuan informal negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mencari penyelesaian berbagai konflik yang kini melanda dunia Islam.

Jama’ah Muslimin menyatakan kaum Muslimin secara keseluruhan, khususnya yang berada di negeri-negeri Muslim di kawasan Asia-Afrika serta yang tergabung di dalam OKI, akan semakin kuat dan semakin maju jika bersatu dengan sistem hidup berjama’ah, bersaudara, saling menolong dan menghindari pertikaian, perpecahan dan konflik antar sesama.

Serta lebih mengedepankan dialog sebagai satu saudara, dalam membangun bangsa dan masyarakat yang baik, serta dalam menyelesaikan masalah inter dan antar negara.

“Tentang hal ini hendaknya diperhatikan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala firmankan dalam QS Ali Imran ayat 103, Al-Hujurat ayat 10. Serta sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa berjamaah itu rahmat dan berpecah belah itu adzab,” tambah Yakhsyallah Mansur. (L/R05/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0