Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangan Berbuka Puasa Dengan Kurma dari Israel, Perhatikan Ciri-Cirinya

Farah Salsabila Editor : Arif R - 17 menit yang lalu

17 menit yang lalu

5 Views ㅤ

Kurma dari Israel. (FOTO: Gershon Elinson/Flash90)

SEJAK  Thufanul Aqsa 7 Oktober 2023, dukungan untuk Palestina semakin meluas dari berbagai penjuru dunia dan dari latar belakang yang berbeda-beda.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah kampanye boikot terhadap produk Israel dan produk perusaan afiliasi. Produk yang menjadi sasaran boikot adalah kurma.

Sebagai umat Muslim yang ingin mendukung perjuangan Palestina, penting untuk lebih selektif dalam memilih kurma yang dikonsumsi selama Ramadan.

Kurma merupakan buah yang identik dengan berbuka puasa, mengikuti sunnah Rasulullah. Selain itu, kandungan serat dan antioksidannya memberikan manfaat kesehatan, terutama dalam membantu pemulihan tubuh setelah seharian berpuasa. Namun, sebagian besar produksi kurma dunia berasal dari wilayah Timur Tengah, termasuk Israel, yang diketahui memiliki perkebunan di wilayah pendudukan.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 H Jatuh pada Sabtu 1 Maret

Menurut Islamic Human Rights Commission, sekitar 75% kurma Medjool yang beredar di pasar global diproduksi di Israel, dengan 60% diantaranya berasal dari pemukiman ilegal. Hal ini menimbulkan dilema etis bagi konsumen Muslim yang ingin memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi tidak hanya halal secara zat, tetapi juga bersumber dari tempat yang tidak mendukung penindasan.

Cara Mengenali Kurma Asal Israel

Agar tidak keliru dalam membeli kurma, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Periksa informasi pada kemasan – Pastikan membaca label yang mencantumkan negara asal produk. Kurma yang diproduksi di Israel sebaiknya dihindari.
  2. Cek barcode – Produk dari Israel biasanya memiliki kode batang yang diawali dengan angka 729.
  3. Kenali merek yang berafiliasi dengan Israel – Beberapa merek kurma yang diekspor dari Israel antara lain Jordan River, King Solomon, King Medjool, dan Bahri.
  4. Waspadai label “diekspor Hadiklaim” – Hadiklaim adalah salah satu perusahaan utama yang mengekspor kurma dari Israel.
  5. Jangan tertipu dengan kemasan yang mencantumkan teks Arab atau bendera Palestina – Beberapa produk Israel menggunakan strategi ini untuk menyamarkan asal usulnya.
  6. Hindari produk tanpa informasi jelas mengenai produsen dan negara asal – Beberapa perusahaan Israel yang diketahui mengekspor kurma antara lain Mehadrin, MTex, Edom, Carmel Agrexco, dan Arava.
  7. Perhatikan harga – Kurma dari Israel sering kali dijual lebih murah dibanding kurma lainnya karena mendapat subsidi dari pemerintah Israel.

Daftar Merk Kurma Israel yang Harus Dihindari

Sebagai konsumen yang cermat, berikut beberapa merek kurma asal Israel yang sebaiknya tidak dibeli:

Bomaja, Bonbierra, Brousse & Fils, Carmel Agrexco, Delilah, Desert Diamond, Hadiklaim, Jordan River, Jordan Valley, Jordan Plains, Anna and Sarah, Urban Platter, King Solomon, MyJool, Mehadrin, Nava Fresh, Premium Medjoul, Rapunzel, Red Sea, Royal Treasure, Fancy Medjoul, Kalahari, Tamara Barhi, Paradise Dates, Shams, Star Dates, Food to Live, dan Sincerely Nuts.

Baca Juga: Pusat Observasi Falak Jama’ah Muslimin Gelar Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 1446 H

Dengan memahami ciri-ciri dan daftar merek yang perlu dihindari, kitadapat berperan aktif dalam kampanye boikot terhadap produk Israel.

Memilih kurma dari sumber yang bersih dan etis tidak hanya mendukung perjuangan Palestina, tetapi juga memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi benar-benar berkah bagi tubuh dan jiwa. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Rukyatul Hilal Awal Ramadhan Bagian dari Syariat Islam

Rekomendasi untuk Anda

Kolom
Indonesia
MINA Sport
Haji 1445 H
Menteri Agama (Menag RI) Nasaruddin Umar (foto: Kemenag RI)
Indonesia