Jateng Juara Umum Juara Kompetisi Sains Madrasah Online 2020

Jakarta, MINA – Provinsi Jawa Tengah menjadi juara umum pada Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2020.

Kepastian Jawa Tengah menjadi juara umum diketahui setelah Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah mengumumkan hasil KSM 2020.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, KSM yang digelar dalam suasana pandemi ini berlangsung secara online atau dalam jaringan.

“Juara KSM Online 2020 adalah provinsi Jawa Tengah. Menyusul di posisi kedua adalah Jawa Timur, dan Jambi di posisi ketiga,” kata Direktur KSKK Madrasah Ahmad Umar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/11).

“Masuk dalam 10 besar lainnya adalah Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Riau, Aceh, dan Banten,” lanjutnya.

Menurut Umar, Jawa Tengah meraih juara umum setelah sembilan siswanya menjadi juara I. Semantara 24 siswa lainnya juara II, dan 19 siswa juara III. Total ada 52 pemenang. Di posisi kedua, Jawa Timur tercatat ada 28 pemenang, terdiri lima juara I, 10 juara II, dan 13 juara III.

KSM online Nasional 2020 digelar pada 9 – 11 November 2020. Tercatat ada 66.778 siswa yang mendaftar KSMO 2020, terdiri atas 22.120 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 23.449 siswa Madrasah Tsanawiyah, dan 21.208 siswa Madrasah Aliyah. Karena online, maka peserta bisa mengikutinya dari rumah masing-masing.

KSM Online 2020 digelar untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Untuk jenjang MI, cabang lomba terbagi dua: Mi – Matematika Terintegrasi dan Mi – Sains IPA Terintegrasi. Untuk jenjang MTs, ada tiga cabang, yaitu: MTs – Matematika Terintegrasi, MTa – IPA Terpadu Terintegrasi, dan MTs – IPS Terpadu Terintegrasi

Sedang untuk jenjang MA, ada enam cabang, yaitu: MA – Matematika Terintegrasi, MA – Biologi Terintegrasi, MA – Fisika Terintegrasi, MA – Kimia Terintegrasi, MA – Ekonomi Terintegrasi, dan MA – Geografi Terintegrasi.

“Untuk setiap cabang, panitia menetapkan tiga peserta dengan nilai terbaik sebagai juara I, lima terbaik berikutnya sebagai juara II, dan tujuh terbaik selanjutnya sebagai juara III. Jadi setiap cabang ada 15 juara,” tegas Umar.

KSMO adalah ajang berkompetisi tingkat madrasah yang diselenggarakan Kemenag untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains, sekaligus menumbuhkembangkan budaya kompetisi yang sehat, serta memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spriritual.

KSMO juga memberi kesempatan kepada para siswa madrasah untuk menjadi duta Indonesia yang dapat membanggakan bangsa.

“Saya sangat gembira karena madrasah swasta, khususnya di tingkat MI sangat menonjol. Itu artinya sebaran kualitas madrasah sangat baik dalam menyongsong PISA 2022. Karena 95 persen madrasah kita swasta,” katanya.(L/R2/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)