Jelang Lebaran, Asar Humanity Hadirkan Kebahagian Untuk Anak Yatim

Depok, MINA – Menjelang lebaran, Asar Humanity lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan jadikan kebahagiaan bersama bagi anak-anak yatim piatu.

“Ramadhan sebentar lagi akan berakhir umat Islam merayakan hari kemenangan. semua kaum muslimin menyambut Idul Fitri dengan sukacita. Namun kegembiraan itu tidak menyapa sebagian saudara yang tak seberuntung kita,” demikian dikatakan Direktur ASAR Humanity Dicky Irawan dalam kesempatan acara Santunan Anak Yatim oleh Lembaga kemanusiaan ASAR Humanity.

Keluarga Besar ASAR Humanity, lanjut Dicky berusaha menghadirkan kebahagiaan untuk para penerima manfaat. Alhamdulillah kami bersinergi dengan donatur publik yang memiliki kepedulian tinggi, serta didukung partisipasi perusahaan melalui program kemitraan dan Corporate Social Responsibility (CSR),” jelas Dicky dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (6/5).

Program santunan ini merupakan rangkaian dari program Ramadhan yang bertajuk “Tebar Energi Ramadhan Raih Lipatan Pahala”  yang digagas ASAR Humanity. Program itu adalah, Batal Kuy, Sahur Bareng Relawan (SABAR), Santunan Anak Yatim, THR Marbot & Guru Ngaji serta Birrul Walidain.

“Hari ini, total penerima manfaatnya ada 100 anak yatim, 100 orang tua jompo (birrul walidain), 50 marbot masjid, 100 guru ngaji, 120 penerima manfaat SABAR, dan 36.000 penerima manfaat takjil (buka puasa),” ungkap Dicky.

Dicky mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang terlibat dalam program Ramadhan ASAR Humanity, antara lain Pertamina Hulu Indonesia,  Indonesia 17, Martabak Orins, Nagaswara, BFF Jakarta, Koperasi pegawai Asei, serta seluruh donatur yang terlibat.

“Bulan suci Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk perbaikan diri dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Salah satu caranya adalah dengan berbagi kepada sesama,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dengan kebersihan hati dan saling berbagi diharapkan akan memunculkan kekuatan iman dan ruhiyah dalam menghadapi problematika kehidupan yang semakin berat.

“Karena pandemi yang belum selesai, membuat semakin banyak masyarakat kecil mengalami kekurangan ekonomi hampir di seluruh wilayah Indonesia,” kata Dicky.

Sebab itu ASAR Humanity terus bertekad meluaskan manfaat sehingga makin banyak masyarakat yang terbantu. Terlebih, persoalan kemiskinan merupakan persoalan laten, diperlukan kerja sama banyak pihak untuk menyelesaikannya.

“Kami yakin betul, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang gemar berbagi dan gotong royong. Sekarang saatnya membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang kuat dengan saling menopang beban saudara lainnya,” tegas Dicky.

ASAR Humanity adalah lembaga kemanusiaan yang berdiri pada tahun 2018, lembaga ini hadir sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap masyarakat, yang berawal dari bidang pendidikan dan kemanusiaan. (R/R4/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)