Jamaah Agar Beri Identitas Kursi Rodanya

Madinah, 16 Dzulqa’dah 1437/19 Agustus 2016 (MINA) – Sejumlah jamaah haji Indonesia membawa kursi roda sejak dari Tanah Air. Dalam setiap penerbangan, kursi roda ini ditumpuk di tempat penyimpanan bagasi khusus kursi roda di Bandara Amir Muhammad Bina Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

Kepala Daker Airport Jeddah Madinah, Nurul Badruttamam menghimbau jamaah haji yang membawa kursi roda dari Tanah Air untuk memberi tanda identitas minimal berupa nama lengkap dan kloter. “Hal ini untuk mempermudah identifikasi pemilik kursi roda, karena masih banyak kursi roda yang tak bertuan yang tidak diketahui siapa pemiliknya,” terang Nurul. Demikian laporan laman resmi Kemenag yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Menurutnya, kursi roda yang dibawa jamaah dari Tanah Air tidak bisa diambil langsung bersamaan dengan keluarnya jamaah dari bandara. Kursi-kursi itu disimpan di bagasi khusus kursi roda di Bandara AMAA Madinah. Selanjutnya, para petugas yang diminta mengambil, harus memilih dan memilah untuk memastikan kursi roda itu milik jamaah haji Indonesia.

Tentu bukan hal mudah mengingat jumlah kursi rodanya tidak sedikit. Setiap hari, petugas Daker Airport sedikitnya menemukan dan mengamankan sekitar 10-15 kursi roda milik jamaah haji Indonesia. Bahkan, petugas mendapatkan 36 kursi roda di tempat penumpukan bagasi khusus kursi roda Bandara AMAA Madinah.

Kursi roda tersebut kemudian dibawa ke Kantor Daker Madinah. Kursi tersebut bisa diambil oleh petugas kloter, mewakili pemiliknya, di kantor Daker Madinah dengan menghubungi Kasi Linjam Daker Airport. (T/P006/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)