Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Da’i Bachtiar: Generasi Muda Harus Menjaga Bangsa dan SDA

Rana Setiawan Editor : Bahron Ans. - 46 menit yang lalu

46 menit yang lalu

15 Views

Penyerahan cendera mata dari delegasi Aqsa Working Group (AWG) kepada mantan Kapolri sekaligus Duta Besar RI untuk Malaysia, Jenderal Polisi (Purn) Tan Sri Da’i Bachtiar, pada open house di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025).(Foto: Doc. AWG)

Jakarta, MINA – Dalam momen silaturahmi Idulfitri 2025, mantan Kapolri sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Malaysia, Jenderal Polisi (Purn) Tan Sri Da’i Bachtiar, menggelar open house di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (31/3). Ia menyampaikan agar generasi muda menjaga bangsa dan sumber daya alam.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk delegasi Aqsa Working Group (AWG) yang dipimpin oleh Ketua Presidium M. Anshorulloh, Sekjen Yusuf Maulana, serta perwakilan Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Ketua Majelis Ukhuwah Pusat, Ustaz Sakuri dan Ketua Majelis Dakwah Pusat, Ustaz Deni Rahman.

Dalam kesempatan itu, Da’i Bachtiar menyampaikan pesan kebangsaan yang menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan serta memanfaatkan sumber daya alam Indonesia secara berkelanjutan.

“Mari bersama-sama menguatkan nilai-nilai kebangsaan demi masa depan. Jangan sampai republik ini bercerai-berai. Kita harus membangun santri-santri yang tangguh dan berkarakter, siap menjadi pemimpin Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Baca Juga: Anies Baswedan Tegaskan Dukung Pembangunan RSIA Gaza

Menanggapi pernyataan tersebut, Ustaz Sakuri dan Ustaz Deni Rahman menyampaikan dukungan penuh terhadap pesan yang disampaikan oleh Da’i, menekankan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaulat.

Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Presidium AWG M Anshorulloh menyerahkan cendera mata berupa syal Palestina, buku Al-Aqsa: Kewajiban Umat Islam, serta figura Qubatush Sahkrah kepada Da’i Bachtiar. Cendera mata tersebut juga menjadi simbol dukungan terhadap pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Indonesia di Gaza City, Palestina.

Jenderal Polisi Tan Sri Da’i Bachtiar dikenal luas atas kiprahnya dalam dunia keamanan dan antiterorisme. Ia pernah menjabat sebagai Kapolri dari 2001 hingga 2005 sebelum ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Malaysia pada 2008-2012. Salah satu pencapaiannya yang menonjol adalah perannya dalam mengungkap jaringan pelaku bom Bali 2002, yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Atas kontribusinya dalam bidang keamanan, Da’i Bachtiar dianugerahi gelar profesor kehormatan dari Edith Cowan University (ECU), Australia, sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam upaya pencegahan terorisme. Ia juga mendirikan Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang, yang menjadi pusat pelatihan antiteror bagi aparat kepolisian dari berbagai negara.

Baca Juga: Pangkoarmada RI Dukung Pembangunan RSIA di Gaza

Selain itu, Da’i juga aktif dalam berbagai seminar internasional serta mendirikan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), yang berfokus pada upaya pencegahan kejahatan di dalam dan luar negeri.

Dalam diskusi yang berlangsung, ia menekankan perbedaan antara dampak perang dan terorisme. “Perang memiliki batas dan dapat diantisipasi. Namun, terorisme sulit diprediksi dan sering kali merenggut nyawa rakyat tak bersalah,” ujarnya.

Dengan rekam jejaknya yang panjang, Da’i Bachtiar terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan bangsa dan berbagi pengalaman mengenai strategi keamanan di berbagai forum internasional.[]

 

Baca Juga: Khatib Idul Fitri di Istiqlal Sebut Puasa Mabrur Bawa Indonesia Maju

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda