Jepang Sumbang Rp 85 Miliar untuk Pengungsi Palestina di Libanon

duta besar Jepang untuk Libanon, Matahiro Yamaguchi hadir di upacara penyerahan bantuan dana diselenggarakan oleh UNRWA di Hotel Gefinor Rotana di Beirut dengan kehadiran Duta Besar Palestina untuk Libanon, Ashraf Dabbour dan Direktur urusan UNRWA di Libanon, Claudio Cordone (foto: Facebook Japan Embassy to Lebanon)

Beirut, MINA – Kedutaan Besar Jepang di Libanon mengumumkan pada Kamis (4/4) memberikan tambahan sumbangan dana sebanyak enam juta dolar AS (Rp 85 miliar) kepada Badan Bantuan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Menurut Ma’an News Agency dari halaman Facebook kedutaan besar Jepang, Sabtu (6/4), Duta Besar Jepang untuk Libanon, Matahiro Yamaguchi mengumumkan, memberikan 5,5 juta dolar AS kepada UNRWA untuk mengurangi dampak krisis Suriah terhadap pengungsi Palestina di Lebanon melalui implementasi proyek di bidang perawatan kesehatan, air dan sanitasi, dan pengelolaan limbah padat.

Yamaguchi menambahkan, Jepang juga mendukung badan PBB tersebut dengan tambahan dana 580 ribu dolar khusus untuk meningkatkan layanan medis dan fasilitas perawatan kesehatan UNRWA.

Yamaguchi mengatakan, upacara penyerahan bantuan dana tersebut diselenggarakan oleh UNRWA di Hotel Gefinor Rotana di Beirut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Libanon, Ashraf Dabbour dan Direktur UNRWA di Libanon, Claudio Cordone.

Dalam pidatonya, Yamaguchi berharap, bantuan tersebut akan membantu meringankan penderitaan para pengungsi Palestina di Lebanon dan menegaskan kembali negaranya mendukung generasi Palestina untuk dapat mengakses layanan dasar dan menyadarkan potensi besar mereka terlepas dari segala batasan.

Kemudian, Dabbour berterima kasih kepada Pemerintah Jepang dan orang-orang yang mendukung pengungsi Palestina di Libanon yang dipaksa keluar dari rumah mereka oleh pasukan Israel pada tahun 1948.

Dabbour juga menyerukan kepada dunia untuk mendukung realisasi hak nasional rakyat Palestina, untuk menentukan nasib sendiri, hak untuk mendirikan negara merdeka dan berdaulat di wilayah Palestina yang diduduki sejak Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, serta hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka.

Sementara itu, Cordone juga berterima kasih kepada Pemerintah Jepang atas dukungannya yang berkelanjutan terhadap pengungsi Palestina dan membantu UNRWA untuk terus memberikan bantuan penting bagi pengungsi. (T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)