Jerman Masukkan Israel Dalam Kesepakatan Vaksinasi UE Tanpa Palestina

(Foto: dok. Momentmag.com)

Berlin, MINA – Uni Eropa (UE) akan menyepakati memasukkan Israel dalam program kesepakatan vaksinasi tanpa menyertakan Palestina.

Menurut laporan baru-baru ini di media Israel, Jerman telah berjanji untuk memasukkan Israel dalam kesepakatan vaksinasi virus corona UE yang dibuat dengan perusahaan farmasi besar, TRT World melaporkan.

Janji tersebut dibuat oleh Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dan Menteri Kesehatan Jens Spahn kepada Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi sebagai kelanjutan dari “hubungan khusus” negara tersebut karena sejarah Holocaust.

Jerman yang secara luas dianggap di UE sebagai penegak ketat aturan blok tersebut, tampaknya kali ini membengkokkan aturan untuk memastikan bahwa vaksin yang diproduksi UE akan diberikan pertama kali ke negara-negara Eropa dan Israel.

Namun, wilayah Palestina di Gaza mungkin tidak seberuntung itu. Virus di tanah yang diblokade Israel yang juga padat penduduknya telah mencapai “tahap bencana.”

Gaza sudah menderita kekurangan peralatan medis setelah lebih dari satu dekade blokade mematikan oleh Israel, membuat rumah sakit tanpa memiliki peralatan vital yang diperlukan untuk mengatasi pandemi.

Permohonan dokter Palestina di Gaza bahwa sistem kesehatan bisa runtuh, sebagian besar tidak terdengar dan kesepakatan Berlin-Tel Aviv hanya menggarisbawahi apa yang tidak menyebutkan orang Palestina.

Belum ada komitmen yang dibuat Jerman terhadap warga Palestina yang saat ini berada di bawah pendudukan Israel yang memiliki alasan sejarah tersendiri yang dapat dikaitkan erat dengan tindakan Jerman.

Sejarah Holocaust di tangan Nazi Jerman yang secara sistematis menewaskan sebelas juta orang, enam juta di antaranya adalah orang Yahudi dan sisanya adalah orang Polandia, Roma, orang Slavia, dan pembangkang politik lainnya, membuat Jerman sering berusaha membantu Israel.

Israel telah melihat lebih dari 337.000 kasus virus corona dan hampir 3.000 kematian hingga saat ini.

Warga Palestina di sisi lain, telah menyaksikan infeksi virus Corona mendekati angka 100.000 dan lebih dari 770 meninggal. (T/RI-1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)