Jihad Islam: Tahanan Palestina Akhiri Mogok Makan Usai Israel Setujui Tuntutan

Jenin, MINA – Para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel telah mengakhiri mogok makan kolektif mereka setelah mencapai kesepakatan dengan otoritas penjara Israel, juru bicara gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) mengkonfirmasi pada hari Jumat (22/10).

Tarek Ezzedine, juru bicara PIJ di Jenin, mengatakan kepada The New Arab, otoritas penjara Israel telah sepakat untuk mencabut semua tindakan hukuman yang diambil terhadap tahanan sejak penjara Gilboa dibobol pada bulan September.

Ezzedine menegaskan, lebih dari 400 tahanan PIJ, yang telah tersebar di penjara-penjara Israel setelah pembobolan penjara Gilboa, ditempatkan kembali bersama di penjara-penjara mereka sebelum 6 September.

“Kurungan isolasi juga akan berakhir untuk semua orang yang ditempatkan di dalamnya segera,” kata Ezzedine.

Ia menambahkan bahwa “otoritas penjara Israel setuju untuk mencabut larangan kunjungan dan semua biaya yang dikenakan setelah penjara Gilboa, serta meningkatkan kondisi penahanan tahanan wanita.”

Otoritas penjara Israel telah memberlakukan tindakan hukuman pada tahanan Palestina yang berafiliasi dengan PIJ setelah enam warga Palestina, lima di antaranya anggota PIJ, melarikan diri dari penjara Gilboa Israel berkeamanan tinggi pada awal September. Langkah-langkah ini termasuk penggeledahan dengan kekerasan, kurungan isolasi, dan pemisahan tahanan PIJ di penjara-penjara Israel.

Tahanan PIJ memulai serangkaian protes dengan berbagai cara, termasuk menolak meninggalkan sel mereka dan bahkan membakarnya. Pada 13 Oktober, 250 dari mereka memulai mogok makan terbuka, yang diancam akan diikuti oleh para tahanan dari faksi Palestina lainnya.

Tahanan Palestina telah memulai mogok makan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)