JIHAD ISLAMI: KIBLAT PERTAMA UMAT ISLAM MASIH TERJAJAH

Jihad Islami, salah satu kelompok Perlawanan terbesar di palestina. foto : displacedpalestinians
Jihad Islami, salah satu kelompok Perlawanan terbesar di palestina.
foto : displacedpalestinians

Gaza, 9 Dzulqa’dah 1435/4 September 2014 (MINA) – Salah satu petinggi Jihad Islami yang juga delegasi Palestina untuk perundingan tidak langsung Palestina Israel di Kairo, Khalid al Batsh menyerukan kepada muslimin Indoneisa untuk mendukung terbebasnya Masjid Al Aqsha kiblat pertama muslimin.

“Saya katakan kepada ummat Islam di Indonesia, Kiblat pertama kalian masih terjajah dan belum terbebaskan, juga kepada kaum nasrani tempa tibadah kalian masih terjajah dan belum terbebaskan, bahkan kepada kaum Umat Budha di Indonesia tentangga kalian muslimin dan Budha, untuk itu wajib kita berdiri bersama–sama untuk membebaskan Palestina,” kata Al Batsh kepada mirajnews Rabu (3/9).

Selian itu, Al Batsh juga menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas segala yang dilakukan oleh Indonesia kepada Palestina.

“Indonesia adalah negara Islam terbesar, kami masih melihat bahwa Indonesia bisa membantu kami dari segala aspek, kami berterima kasih kepada Indonesia, kepada pemerintahan dan para pemimipinnya, kami juga berterima kasih kepada seluruh negara Islam yang mendukung kami untuk membebaskan kiblat pertama,” seru salah satu orang yang paling dicari Israel ini.

Al Batsh juga menekankan pentingnya peran lembaga Medical Meregency Rescue Committee (MER-C) yang telah menyalurkan sumbangan dari rakyat Indonesia dengan mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya Gaza Utara.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Mer-C yang telah meletakkan jejak besar dengan mendirikan Rumah Sakit (Indonesia) di Gaza, semoga berguna sebagai tempat mengobati luka-luka rakyat Gaza,” ujarnya.

Khalid Al batsh merupakan salah satu dari petinggi Jihad Islami di Gaza, perannya dalam perjuangan palestina cukup besar. Tercatat Al Batsh merupakan juru bicara resmi Jihad Islami dan salah satu dari dua delegasi Palestina yang diutus Jihad Islami untuk melakukan perundingan di Kairo.

Menjadi salah satu petinggi sebuah pergerakan perlawanan di Palestina memang penuh dengan resiko, sumber-sumber Jihad Islami mengatakan, Khalid Al Batsh merupakan salah satu target pembunuhan Israel. Namun dalam peperangan 51 hari ini Al Batsh berhasil selamat dari serangan serangan Israel, dan memainkan peran besarnya di meja perundingan untuk kepentingan rakyat Palestina. (L/K01/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0