JK Apresiasi PM Kamboja Atas Perhatiannya Terhadap Warga Muslim

Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (foto: screenshot)

Pnom Penh, MINA – Wakil Presiden Republik Indonesia ke 10 dan 12 Jusuf Kalla mengapresiasi Perdana Menteri Kamboja YM Samdech Techno Hun Sen atas perhatiannya terhadap masyarakat muslim di Kamboja.

Hal tersebut disampaikan JK saat bersilaturahmi dengan masyarakat muslim Kamboja di Modern Center Pnom Penh Kamboja pada Selasa (19/11).

Menurut Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu, meskipun masyarakat muslim di Kamboja jumlahnya sangat sedikit namun pemerintah Kamboja menaruh perhatian yang cukup besar.

Didampingi Wakil Ketua DMI, Syafruddin, Jusuf Kalla juga mengajak pemerintah Kamboja untuk bekerjasama dalam meningkatkan ekonomi dan dunia pendidikan sehingga masyarakat Kamboja dapat berkembang.

“Karena itulah maka hubungan kita untuk saling memajukan agama dan juga bangsa kita adalah sangat penting. Apabila ada hal-hal yang diperlukan, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi yang baik, Indonesia siap bekerjasama,” ujar JK dalam sambutannya.

Sebagai Ketum DMI, ia juga mengajak imam-imam masjid Kamboja untuk berkunjung dan belajar di Indonesia tentang bagaimana mengurus masjid.

Sementara itu Menteri Senior Khusus Kantor Perdana Menteri Kamboja Dato Othsman mengatakan, perhatian terhadap masyarakat Muslim Kamboja ditunjukkan dengan menyediakan anggaran sebesar 6 juta dolar AS setiap tahun untuk memberikan insentif kepada guru agama Islam.

Jumlah penduduk beragama Muslim Kamboja adalah sebesar 5 persen atau 16 juta jiwa dari total jumlah penduduk negeri tersebut. Jumlah masjid di Ibu Kota Phnom Phen sebanyak 15 masjid, sementara total seluruh Kamboja mencapai 600 masjid.

Kehadiran Jusuf Kalla di Kamboja atas undangan Perdana Menteri Kamboja untuk berbagi pengalaman dalam menyelesaikan konflik di Forum Universal Peace Federation (UPF) Asia Pacific Summit 2019 di Kamboja yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 19 November 2019.

Forum UPF Asia Pacific Summit 2019 ini diikuti 19 negara dan akan berlangsung di Gedung Peace Palace, Kantor PM Kamboja. (T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)