JK Buka Pertemuan Ulama dan Dai di Jakarta

Jakarta, MINA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) secara resmi membuka Pertemuan Ulama dan Dai se Asia Tenggara, Afrika dan Eropa di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Selasa (3/7).

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Al-Manaroh Al-Islamiyyah bekerjasama dengan Ikatan Dai dan Ulama Asia Tenggara serta Pemprov DKI Jakarta dengan mengusung tema “Persatuan dan Harmoni” selama tiga hari pada 3-6 Juli 2018.

Dalam sambutannya, JK menyampaikan bahwa perkembangan Islam masa kini semakin maju pesat. Sehingga umat Islam patut bersyukur karena banyak sekali perkembangan yang telah didapat.

“Tetapi di sisi lain kita juga patut bersedih karena di tengah umat Islam sendiri masih minim pemahaman mengenai arti perdamaian. Di Timur-Tengah masih banyak konflik internal antar umat Islam sendiri,” katanya.

JK mengatakan, umat Islam harus memperlajari mengapa banyak terjadi konflik di negara-negara Islam yang tentu di belakangnya ada peran negara-negara besar.

“Apa yang terjadi di Afghanistan, apa yang terjadi di Irak, dan apa yang terjadi di Suriah tidak bisa diselesaikan satu atau dua tahun. Perlu 50 tahun untuk mengembalikan negara-negara Islam yang tengah konflik seperti sebelum terjadi konflik,” katanya.

Selain membahas soal perdamain, JK juga mengampaikan persoalan lain yang tak kalah penting untuk segera diselesaikan, yaitu kemajuan ekonomi umat.

“Ini adalah pekerjaan kita semua untuk mendorong agar umat Islam bisa semakin maju,” katanya.

Untuk memajukannya, kata JK, tidak bisa hanya sekali atau dua kali pertemuan saja. Tetapi harus terus diikuti pertemuan-pertemuan lain antar golongan umat Islam sehingga menimbulkan pemahaman saling menghargai antar sesama.

“Toleransi itulah yang mendorong terjadinya perdamaian. Dengan perdamaian itu kita bangun ekonomi umat. Kita harus mengikuti cara dakwah ulama-ulama di masa lalu yaitu menyampaikan Islam dengan khidmat tidak dengan kekerasan,” katanya.

Dengan adanya sejumlah kenyataan itu, JK berharap bahwa pertemuan ini bisa menghasilkan sesuatu, sehingga bisa mempererat persaudaraan dan perdamaian di tengah umat Islam.

“Saya berharap pertemuan ini bisa menghasilkan langkah-langkah bersama sehingga menampilkan perdamaian Islam di dunia,” katanya.

“Kedamaian umat Islam di Indonesia semoga bisa menjadi referensi bagi umat Islam di manapun untuk memupuk perdamaian. Kita bersyukur masjid masjid di Indonesia setiap hari semakin ramai didatangi oleh umat Islam,” imbuhnya. (L/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)