JK: Industri Andalan Indonesia Harus Berubah ke Teknologi

Makassar, MINA – Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf kalla (JK) mengharapkan agar Indonesia tidak selalu tergantung pada industri rokok sebagai andalan.

Menurutnya, Indonesia satu-satunya negara di dunia yang menjadikan rokok sebagai industri andalannya. JK berharap Indonesia tidak terlalu menggantungkan industrinya pada produksi rokok yang merupakan industri resiko karena bisa menyebabkan masyarakat jadi sakit.

“Indikator Indonesia mengandalkan industrinya dari produksi rokok bisa dilihat dari daftar orang terkaya di Indonesia adalah pemilik pabrik rokok. Hal yang berbeda dengan daftar orang kaya yang berasal dari luar negeri seperti China, yang berasal dari pemilik perusahaan IT seperti Ali Baba,” kata JK.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan JK Arenatorium  di Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar, Sulawesi Selatan, sebagaimana keterangan pers yang diterima MINA, Sabtu (14/11).

“Dunia sudah berubah, kalau dulu perusahaan yang terbaik adalah perusahaan minyak, sebelumnya adalah perusahaan otomotif. Saat ini perusahaan yang terbesar di dunia adalah perusahaan teknologi informasi. Namun di Indonesia dari dulu tetap rokok yang nomor satu, untuk itu saya katakan orang Indonesia itu pemberani karena di bungkus rokok itu sudah jelas tertulis merokok dapat menyebabkan penyakit bahkan meninggal tapi tetap saja orang merokok,” paparnya.

Untuk itu, JK berharap dengan kehadiran arenatorium di Unhas maka Indonesia kelak dapat mengembangkan industrinya pada industri yang berbasis teknologi dan tidak perlu terlalu bergantung pada indsutri rokok semata karena hal tersebut industri yang memiliki resiko tinggi yang dapat menyebabkan penyakit di tengah masyarakat.(R/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)