JK Terbang ke Turki Hadiri KTT Luar Biasa OKI untuk Palestina

Jakarta, MINA – Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK bertolak ke Turki, pada Kamis malam, 17 Mei 2018,  untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Pertemuan darurat pemimpin negara-negara OKI itu untuk membahas tindakan bersama terhadap Israel terkait pembantaian di Gaza baru-baru ini.

Pertemuan luar biasa di Istanbul yang diselenggarakan atas seruan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diperkirakan akan memberikan pesan yang kuat terhadap dunia menanggapi kekerasan Israel yang menewaskan sedikitnya 62 orang Palestina dalam aksi unjuk rasa massa di sepanjang perbatasan timur Gaza pada Senin.

“Di Istanbul, Wapres akan mengikuti serangkaian kegiatan KTT Luar Biasa OKI di Istanbul pada Jum’at, 18 Mei 2018, yang dimulai dari pukul 18.30 hingga 24.00 waktu setempat,” kata juru bicara wakil presiden, Husain Abdullah, dalam siaran tertulisnya, Kamis (17/5).

Husain mengatakan, KTT digelar untuk menyikapi perkembangan terakhir di Palestina menyusul pemindahan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, pada 14 Mei 2018. Juga tentang bentrok yang terjadi di perbatasan Gaza dan Israel yang menyebabkan meninggalnya rakyat sipil.

Husain menjelaskan, Kalla dan rombongan berangkat menggunakan pesawat kepresidenan BBJ-2. Sebelum tiba di Istanbul, Turki, JK beserta istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, dan rombongan akan transit terlebih dahulu di Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk keperluan pengisian bahan bakar pesawat, setelah menempuh penerbangan kurang lebih 8 jam 10 menit.

Usai pengisian bahan bakar kurang lebih dua jam, JK dan rombongan melanjutkan penerbangannya ke Istanbul dengan waktu tempuh 4 jam 15 menit. “Diperkirakan tiba pada Jumat pagi waktu setempat,” ujarnya.

JK dan rombongan dijadwalkan kembali ke tanah air pada Sabtu siang. Dan akan tiba di Jakarta pada Ahad pagi, 20 Mei 2018.

Sejumlah pemimpin negara termasuk Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, Raja Yordania Abdullah II, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Afghanistan Ashraf Gani, Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah dan Presiden Mauritania Mohammad Veled Abdulaziz diperkirakan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut.

Deklarasi akhir akan dirilis pada penghujung pertemuan.

Bela Yerusalem

Juru bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan, pertemuan luar biasa OKI akan fokus pada langkah-langkah yang harus diambil untuk memobilisasi komunitas internasional mengakhiri penindasan terhadap warga Palestina.

Kalim dalam sebuah pernyataan tertulis pada Kamis mengatakan pendudukan Israel dan masalah Palestina bukan hanya masalah bagi negara-negara tetapi merupakan “masalah umum bagi semua orang yang percaya pada hukum dan keadilan”.

“KTT akan fokus pada sikap dan tindakan yang akan diambil oleh negara-negara Islam dalam solidaritas dan kerja sama dengan Negara Palestina dan rakyatnya untuk membela tuntutan Palestina dan Yerusalem,” tambah Kalin.

Sedikitnya 62 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka di Gaza pada Senin setelah pasukan Israel menembaki para demonstran yang memprotes peringatan 70 tahun berdirinya Israel — perisitiwa yang disebut Nakba (malapetaka) oleh orang Palestina — dan memprotes peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Sejak awal aksi unjuk rasa di Gaza pada 30 Maret, pasukan Israel sudah menewaskan lebih dari 100 demonstran Palestina.(R/R01/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0