Jodoh Itu Unik

Oleh Bahron Ansori, wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Bicara soal jodoh, pasti akan membuat Anda para jomblo merasa sedikit gimana gitu…  Dalam tulisan singkat ini, saya hanya ingin menyampaikan satu kalimat, “Jodoh Itu Unik”. Kenapa jodoh itu unik? Izinkan saya mengupasnya satu per satu sesuai dengan pemahaman saya tentang jodoh itu sediri.

Jodoh itu unik, seringkali dikejar-kejar, ianya malah menjauh entah kemana. Padahal, siempunya sudah yakin sekali kalau si fulan atau fulanah itu akan mejadi jodohnya. Meski jaring telah ditebar, tak satu jua pun ikan terperangkap. Meski lautan luas sudah diseberangi, gunung-gunung tinggi sudah didaki, tapi saat jodoh itu belum ketemu, ya tetap saja tidak akan mendapatkan si belahan jiwa.

Sebaliknya, ada orang yang mencari jodoh terlihat biasa-biasa saja, entah itu dari gregetnya untuk mendapatkan jodoh atau sekedar membicarakannya. Tapi, siapa sangka, orang yang ditengah-tengah temannya dianggap biasa saja dan seolah tak pernah membicarakan tentang jodoh, ternyata dialah yang lebih dulu mendapatkan pendamping hidup. Tak jauh pula mendapatkannya, ya…teman satu kampus juga rupanya.

Jodoh memang unik, saat dikejar-kejar, ia makin menjauh. Tapi saat tak sengaja mencarinya, ternyata dia semakin mendekat. Ibarat orang yang kenal syariat, pacaran bertahun-tahun sampai tahu hitam putihnya si ‘pasangan’, namun tak hujan tak ada panas, ternyata salah satu dari keduanya malah lebih memilih menikahi gadis atau pemuda lain. Ternyata jodoh tak bisa ditentukan oleh mereka yang pacarannya sudah puluhan tahun sekalipun.

Untuk ngeles kaum pelaku pacaran itu serigkali berdalih begini, “Saya gak pacaran kok, hanya saja kita saling terbuka satu sama lain. Ya, curhat-curhatan gitu deh…” Ada lagi yang pacaran berargumentasi begini, “Lah, kalau gak pacaran, gimana mau tahu dan kenal siapa dia? Pacaran inikan dalam rangka penjajagan calon?” Orang yang kena virus merah jambu alias pacaran alias cinta buta ini, biasa punya sejuta alasan untuk membenarkan bahwa yang ia ‘amalkan’ itu tidak bertentangan dalam syariat Allah Ta’ala.

Jadi, jangan pernah Anda menasihati orang yang pacaran jika Anda sendiri belum mempunyai dalil yang kuat dan menunjukkan bukti nyata bahwa pacaran itu adalah aib dan satu hal yang norak di jaman serba canggih ini. Pacaran akan menjadi indah bila saatnya tiba (menikah). Karena itu, berapa tahun pun seseorang itu pacaran, yakinlah jika mereka tidak jadi menikah, maka penyesalan tentu akan terjadi dan mengusik keperibadiannya, kecuali jika mereka bertaubat.

Jodoh memang unik, sesuatu yang seakan sudah pasti ternyat berubah menjadi keraguan yang memuncak. “Dia itu baik, saya ingin sekali menikah dengannya. Tapi…gimana ya, apakah dia sudah mampu menafkahi saya kelak?” Awalnya yakin 100%, tapi sedetik kemudian malah ragu 1000%. Jodoh memang unik. Ada yang mulanya ragu sekali, tiba-tiba berbalik menjadi yakin sejuta persen. Inilah jodoh, dicari kemana-mana tak kunjung datang. Didiamkan tak dicari tiba-tiba muncul didepan mata.

Jodoh memang unik, kadangkala ia selalu diimpikan, setiap dipenghujung malam larut dalam doa agar Dia mempertemukan dengan belahan jiwa yang dirindukan dan berujung dipernikahan. Sebaliknya, ada orang yang secara zahir sepertinya tidak pernah memikirkan tentang siapa jodohnya, tahu-tahu Allah berkehendak lain, ia segera bersanding di pelaminan.

Bisa disimpulkan, jodoh itu…bukan seberapa lama seseorang mengenal si dia, tapi seberapa yakin kau mengenal dan mendekat kepada-Nya. Jodoh itu…bukan sekedar usaha siang malam mencari belahan jiwa, tapi seberapa kuat engkau tawakal kepada segala kehendak-Nya. Jodoh itu…bukan kebanggaan bisa memacari seseorang lalu kau yakin akan menikah dengannya. Tapi jodoh itu, siap menerima siapa saja yang Allah sediakan untukmu.

Jodoh itu…bukan pasangan yang baik menurut syahwat kita, tapi bagaimana pasangan itu baik dalam pandangan Allah. Jodoh itu…bukan sesuatu yang harus ngoyo dalam mencarinya sehingga membuat lupa ibadah kepada Allah. Sebaliknya, jodoh itu jika saatnya tiba, pasti dia tidak akan kemana. Itulah jodoh, ia menjadi rahasia Ilahi bagi setiap hamba-Nya. Tujuannya, agar setiap kita bisa semaksimal mungkin bertawakal kepada-Nya. Agar kita semaksimal mungkin dalam meyakini setiap janji-Nya.

Tanda Si Dia Jodoh Yang Baik

Tak satupun yang tahu dengan siapa ia berjodoh, apakah dengan wanita atau pria cantik, kaya atau miskin, baik atau buruk perangainya. Anehnya, banyak juga orang yang masih percaya dengan ramalan tentang dengan siapa dia berjodoh. Padahal sudah sangat jelas, hanya Allah-lah yang tahu tentang urusan Jodoh. Namun dalam Islam, tanda-tanda jodoh bagi seseorang itu bisa dilihat atau meliputi tiga hal antara lain; memaklumi, memaafkan, dan memotivasi. Secara singkat penjelasan mengenai tiga hal itu adalah sebagai berikut.

Pertama, dia yang paling Bisa Memaklumi keadaan Anda. Jodoh bermula dari hati ke hati, maka jika ada orang yang benar-benar mencintai Anda, ia bisa memaklumi dan mengenal serta menerima Anda dari hatinya yang paling dalam. Dari penampilan fisik, perasaan, dan semua keadaan Anda, maka ia akan menerima Anda apa adanya. Ia ridha sepenuhnya menerima kehadiran Anda kelak di sisinya untuk menjadi kekasih halalnya.

Kedua, dia yang paling Bisa Memaafkan kesalahan Anda. Tidak mudah mendapatkan pasangan yang baik apalagi Anda sendiri belum menjadi orang yang baik. Lebih dari itu, sulit mendapatkan pasangan yang pemaaf apalagi jika dia bukan orang yang mempunyai ilmu dien yang cukup. Memang, setiap manusia punya kesabaran yang berlevel beda. Namun paling tidak, pasangan Anda kelak adalah orang yang bisa memaafkan Anda bila Anda telah berbuat salah.

Sejatinya, pasangan yang mencintai Anda dengan ikhlas adalah seseorang yang mampu memaafkan Anda dengan tulus. Tapi ingat, bisa jadi pasangan Anda hanya akan memaafkan jika Anda tidak melakukan kesalahan yang fatal. Sebab level kesabaran manusia tidak sama satu dengan yang lain. Jadi, perbaiki diri dalam setiap pergaulan apalagi dengan pasangan Anda.

Ketiga, dia yang paling Bisa Memotivasi diri Anda. Adakalanya, kita terpuruk dalam hidup, sebab hidup kita tak selamanya diatas. Hidup kita seperti roda pedati yang terus berputar, atau seperti roda kendaran roda empat yang terus berputar. Sunnatullah kadang Anda dibawah kadang diatas, karena itu Anda memerlukan motivasi dari seseorang yang kelak bisa menjadi teman hidup Anda yang halal. Sebab pasangan yang baik adalah yang selalu memotivasi Anda walaupun ujian seringkali menerpa Anda.

Mencari pasangan yang senang memotivasi Anda hari ini tidak mudah. Mengapa? Karena kebanyakan pria atau pun wanita lebih senang mencari pasangan hidupnya berdasarkan materi semata. Jika calonnya mempunyai harta berlimpah, maka ia akan mendekat dan menerima untuk menjadi pasangan hidupnya.

Namun sebaliknya, jika ia tak bermateri dan dalam kondisi terpuruk, maka tak satupun yang siap menerima dan menjadi pasangan hidupnya. Karena itu, bagi Anda yang sedang mencari-cari jodoh, carilah orang yang kelak bisa memotivasi Anda saat kondisi Anda sedang bahagia terlebih lagi saat Anda sedang terpuruk dalam ujian.

Dari ketiga hal di atas, bisa disimpulkan, setiap orang yang ingin mencari pasangan hidupnya, maka syarat utama adalah orang tersebut baik dan gemar berbuat kebaikan untuk membangun kedekatan kepada Allah. Yakinlah, jika Anda sudah mempunyai calon pasangan hidup yang baik (soleh/ah) seperti tiga kriteria di atas, maka jangan sia-siakan dia. Jika Anda pria sejati, maka melangkahlah dan jangan ragu untuk segera meminangnya, karena bisa jadi, tidak ada kesempatan kedua bagi Anda.

Meski jodoh itu unik, tapi paling tidak jika Anda ingin mencari jodoh, maka perhatikanlah ketiga hal di atas agar kelak kehidupan rumah tangga Anda ‘abadi’ dan tidak mudah terhempas jika badai ujian datang menerpa. Jangan mencari jodoh atas dasar nafsu seperti: ganteng, cantik, kaya, dan sebagainya, tapi carilah ia yang baik pemahaman (ilmu) agamanya, lurus tauhidnya, kuat akidahnya serta tekun ibadah dan mulia akhlaknya.

Menikahlah segera, bila hati Anda sudah menggebu ingin mempunyai pendamping hidup. Jangan menundanya sebab menikah adalah bagian dari sunnah Nabi tercinta. Menikah berarti menjalankan sunnahnya yang mulia, dan hal itu sesuai dengan fitrah manusia. Dengan pernikahan pula akan tumbuh mawaddah dan rahmah dalam biduk rumah tangga sehingga akan muncul rasa sakinah (bahagia) yang menenteramkan hati dan mendapatkan pahala berpuluh kali lipat. Dengan pernikahan, keturunan umat manusia akan tetap berlangsung semakin banyak dan berkesinambungan.

Allah Taala berfirman yang artinya, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi kaum yang berfikir.” (Qs. Ar-Ruum: 30).

Jadi, meski jodoh itu unik, tapi ia perlu dijemput dengan usaha maksimal, memperbanyak doa, dan tawakal kepada Allah Yang Maha Menentukan. Jika Anda lelaki soleh, maka segeralah jemput calon bidadari Anda yang sudah lama menanti dan berharap Anda menjadi imamnya. Jangan biarkan ia berkata, “Haruskah aku yang melamarmu ikhwan…?”(R02/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)