Jokowi: Indonesia Harus Berbenah Hadapi Persaingan Global

Jakarta, 3 Shafar 1438/3 November 2016 (MINA) – Sebagai negara besar, Indonesia harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan global. Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada para Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV dan LV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia Tahun 2016, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/11).

“Energi, pangan, dan sumber air merupakan sektor yang akan diperebutkan dalam persaingan global tersebut. Ke depan pertarungan global adalah hanya di dalam lingkup tiga hal, yaitu memperebutkan energi, memperebutkan pangan, dan yang ketiga memperebutkan air,” kata Jokowi, demikian siaran pers setneg yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Menurut Jokowi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi di tiga sektor tersebut, hanya masih memiliki kendala dalam pengelolaannya. “Tiga-tiganya sebetulnya kita memiliki potensi, tetapi belum dimanage dan belum dikelola dengan baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut Jokowi juga mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang berpengaruh di kawasan ASEAN. Indonesia memiliki 45 persen dari seluruh jumlah penduduk di ASEAN. Demikian halnya dengan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang menguasai pasar ASEAN sekitar 40-45 persen.

“Artinya kalau ada apa-apa di Indonesia, anggota ASEAN yang lain juga kena imbas,” ujar Presiden.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi juga berkesempatan menerima Naskah Hasil Seminar Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIV dan LV Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia Tahun 2016, dari Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

Di akhir acara, Presiden dan seluruh peserta sempat melakukan foto bersama di depan Istana Merdeka. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (T/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)