Jokowi: Masjid Istiqlal Tampil Lebih Megah Usai Renovasi Rp 475 Miliar

Foto: Kementerian PUPR (pu.go.id)

Jakarta, MINA – Presiden RI Joko Widodo mengucapkan syukur atas rampungnya pekerjaan renovasi besar Masjid Istiqlal oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) dengan anggaran sebesar Rp 475 miliar.

Alhamdulillah, setelah 42 tahun berdiri, Masjid Istiqlal kini bersolek lebih megah seusai rampungnya pekerjaan renovasi besar oleh Kementerian PUPR. Inilah wajah terbaru Masjid Istiqlal – masjid terbesar di Asia Tenggara yang dibuka sejak tahun 1978,” kata Jokowi melalui akun Instagramnya seperti dikutip MINA, Ahad (26/7).

Jokowi mengatakan, seluruh renovasi besar itu dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp475 miliar. Masjid Istiqlal memiliki luas area kawasan 91.629 meter persegi, dan luas bangunan masjid 80.948 meter persegi yang dapat menampung 200.000 orang.

Kawasan masjid sudah melalui penataan baru meliputi pengembalian akses Monas dan kerapian zonasi kawasan, perbaikan gerbang, penambahan plaza-plaza sebagai ruang publik, perbaikan tanggul sungai, penambahan gedung parkir bawah tanah, perbaikan kantin dan penambahan area PKL.

Renovasi besar dilakukan pada arsitektur masjid yang mencakup fasad, lantai, dinding, kusen, jendela, pintu, ruang wudhu, toilet dan kamar mandi. Sementara renovasi interior masjid dilakukan pada ruang salat utama, area VIP dan kantor pengurus masjid. Begitu juga instalasi solar panel pada atap selasar, tata pencahayaan interior dan eksterior, sampai pergantian signage gerbang, ruang luar dan interior.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Rabu (22/7) meninjau secara langsung renovasi Masjid Istiqlal yang telah rampung 100 persen. Ia berjanji kepada Presiden bahwa Masjid Istiqlal bisa digunakan saat Idul Adha.

“Renovasi Masjid Istiqlal sudah 100% dan sudah dilakukan provisional handover (PHO). Saya dan Imam Besar Masjid Istiqlal bersepakat dan berjanji kepada Bapak Presiden Joko Widodo supaya Masjid Istiqlal bisa digunakan saat Idul Adha, Alhamdulillah ternyata bisa. Akan saya laporkan ke Presiden untuk menunggu waktu beliau meresmikan,” kata Basuki. (L/R6/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)