JOKOWI SEBUT “REVOLUSI MENTAL” ADALAH PERBAIKAN AKHLAK

Joko Widodo, Presiden RI 2014-19 terpilih (Gambar: AFP/Getty)
Joko Widodo, 2014-19 terpilih (Gambar: AFP/Getty)

Surabaya, 5 Dzulqa’dah 1435/31 Agustus 2014 (MINA) – Presiden Terpilih Republik Indonesia 2014-19,  Joko Widodo (), menyebut “” sama dengan perbaikan .

“Revolusi mental adalah perbaikan akhlak, perbaikan budi pekerti, perbaikan sopan santun, tidak ada yang lain, jadi jangan dibawa ke mana-mana,” kata Jokowi saat memberikan pembekalan pada peserta Mukatamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahad malam (31/8), Surabaya, Jawa Timur, seperti disiarkan langsung oleh salah satu TV swasta nasional.

Berbicara tentang di depan ribuan petinggi dan kader PKB, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, harus ada sebuah perubahan total dalam cara-cara dinamika dunia pendidikan di Indonesia.

Menurut dia, di Jakarta saja yang merupakan ibukota Indonesia, masih banyak anak yang putus sekolah, apalagi jumlah anak putus sekolah yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, melalui program Kartu Jakarta Pintar yang digulirkannya, Jokowi menargetkan anak sekolah di Jakarta minimal lulus di tingkat SMA atau SMK.

Jokowi mengatakan bahwa pelajaran di tingkat Sekolah Dasar seharusnya lebih menekankan pada pendidikan yang berasupan mental, budi pekerti dan akhlak.

“Ke depan, di tingkat SD, 80 persen diberi asupan mental, budi pekerti dan akhlak. Yang akan kita dapatkan adalah sumber daya manusia (SDM) yang bisa berkompetisi dan memiliki etos kerja yang baik,” ujarnya.

Pria yang pernah mengalami tiga kali penggusuran di masa kecilnya itu, mengaitkan persiapan SDM dan etos kerja dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, di mana Indonesia akan bersaing dalam perdagangan bebas bersama dengan sembilan negara anggota ASEAN lainnya.

“Kita jangan sampai kalah dari mereka (negara lain). Jangan sampai kita hanya jadi penonton,” tambah presiden kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu. (L/P001/R001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0