Jum’at kedua Ramadhan, 200 Ribu Warga Palestina Shalat di Masjid Al-Aqsha

Al-Quds, 13 Ramadhan 1437/18 Juni 2016 (MINA) – Lebih dari 200 ribu warga Palestina dari Tepi Barat, Kota Al-Quds, dan Jalur Gaza menghadiri shalat Jum’at di Masjid Al-Aqsha pada Jumat kedua bulan suci Ramadhan, walau tindakan luas yang diambil oleh Israel terhadap kebebasan Palestina dari gerakan seluruh wilayah yang diduduki, Jum’at (17/6).

“Lebih dari 200.000 jamaah beribadah di Al-Aqsha, memulai perjalanan mereka saat fajar ke tempat suci di Al-Quds Timur,” kata Syaikh Azzam Al-Khatib, Kepala Dewan Wakaf Yerusalem Al-Quds yang menaungi Masjid Al-Aqsha kepada Ma’an News Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Ribuan warga Palestina diperbolehkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha dengan syarat usia mereka di atas 45 tahun. Sementara anak-anak dan perempuan tidak dibatasi umurnya.

Koordinator Israel Aktivitas Pemerintahan di Daerah (COGAT), mengatakan 67.511 warga Tepi Barat dari total jamaah yang menghadiri Masjid Al-Aqsha.

Menurut saksi yang memasuki Al-Quds dari Tepi Barat, ia melihat pasukan Israel menolak masuk kepada ratusan pemuda Palestina di pos pemeriksaan karena kurangnya izin yang diperlukan.

Sementara itu, 300 warga Palestina dari Jalur Gaza yang diizinkan untuk mengunjungi Masjid, setelah kunjungan pekanan mereka ditangguhkan pekan lalu karena adanya serangan penembakan mematikan di Tel Aviv.

Otoritas Penjajah Israel juga membatalkan lebih dari 83.000 izin yang memungkinkan warga Palestina memasuki Kota Tua dan Al-Quds Timur dalam menanggapi serangan itu.

Pasukan Israel dikabarkan telah mendirikan beberapa pos pemeriksaan di seluruh Kota Al-Quds pada Jumat itu secara teratur memeriksa identitas para pemuda Palestina.

“Fakta bahwa kelompok-kelompok ini datang dari seluruh wilayah Palestina adalah bukti dari kesatuan dan kedekatan orang-orang kami,” kata Syaikh Muhammad Salim Ali, tengah memuji jamaah yang melakukan perjalanan ke Al-Aqsha, dalam khotbah yang disampaikan di Masjid tersebut.

Pada waktu yang sama Direktur Masjid Al-Aqsha, Syaikh Omar Al-Kiswani, menyerukan kepada ribuan Muslim Palestina untuk terus melakukan perjalanan ke Al-Aqsha dan menjaga Masjid agar penuh dengan jamaah Muslim, meskipun melalui pos-pos pemeriksaan Israel.

Kemudian Jurubicara Kepolisian Israel, Luba Al-Samri, mengatakan tidak ada insiden yang luar biasa yang dilaporkan selama ini.

Menurutnya, petugas polisi Israel dalam jumlah banyak dikerahkan di seluruh Kota Al-Quds, yang dikoordinasikan untuk membubarkan kerumunan setelah ibadah digelar. (T/hna/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)