Jusuf Kalla: Riset Harus Berorientasi Pada Masa Depan

Wapres JK di dampingi Menristekdikti, Mohamad Nasir. (Foto: Humas)

 

Jakarta, MINA – Menegaskan perkataan menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengatakan, riset jangan diartikan dengan ‘menoleh kebelakang’, tetapi riset harus berorientasi pada masa depan.

Hal tersebut dikatakan Wapres saat menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama untuk Pengembangan Galeri IPTEK dan Inovasi (GIPTI) oleh Perwakilan Pusat Penelitian Ilmu pengetahuan dan Teknologi – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Puspiptek-Kemenristekdikti), Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina, dan Sinar Mas Land di Jakarta, Senin (15/1).

“Inovasi itu dihasilkan dari riset, yang berasal  dari edukasi atau Pendidikan Tinggi. Selain itu, inovasi juga bisa diartikan dengan perubahan, sesuatu yang tidak rutin atau diulang terus menerus. Inovasi adalah terobosan, mencakup perkembangan Iptek di Indonesia,” kata Wapres JK dalam keteragan ers yang diterima MINA.

JK juga mendorong para peneliti dan innovator muda di Indonesia dengan membandingkan kondisi pengembangan Iptek dan Inovasi di Indonesia, dan di Silicon Valley. Puspiptek didirikan pada tahun 1976 dan Silicon Valley pada tahun 1980-an.

Silicon Valley merupakan bukti nyata dari konsep Triple Helix, dimana melibatkan Stanford University dan para peneliti atau innovator muda, yang juga menggandeng pihak swasta dan industri, sehingga bisa menjawab tantangan jaman.

“Oleh sebab itu, Indonesia sebaiknya spesifik mengidentifikasi teknologi apa yang akan dikembangkan berdasarkan kekayaan alam dan teknologi yang dibutuhkan dimasa yang akan datang,” ujar JK.

JK mencontohkan kolaborasi  Triple Helix terjadi di Boston, yang melibatkan Harvard university, maupun di MIT Amerika, dan juga di Jepang.  Penelitian itu harus menghasilkan produk teknologi maupun inovasi yang berguna bagi masyarakat, bukan hanya untuk menghasilkan publikasi yang untuk mengejar S2, dan S3 saja.

“Karena Puspiptek sudah dinyatakan sebagai National Science & Technology Park (N-STP), sebaikanya Perguruan Tinggi di Indonesia juga berlomba-lomba melakukan kerjasama dengan Puspiptek,” terang JK.

Selain itu, para peneliti juga harus dibantu dalam hal ‘financial analysis/assessmentnya’ untuk mengembangkan suatu produk teknologi hasil penelitian.  Para peneliti maupun innovator muda juga harus diberi modal, sehingga model-model ‘joint venture’ perlu di fasilitasi, khususnya libatkan industri yang ada di sekitar Kabupaten Tangerang.

Akhir kata, Wapres JK kembali mengapresiasi kolaborasi kerjasama Galeri IPTEK dan Inovasi, dan jangan hanya dipakai tempat untuk memamerkan foto-foto saja, candanya, tetapi juga digunakan untuk mempromosikan kemajuan Iptek dan Inovasi anak bangsa. (R/R09/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)