KABINET PERSATUAN PALESTINA AKAN KUNJUNGI GAZA KAMIS INI

Para-Pemimpin-Hamas
Para-Pemimpin-Hamas
Para Pempimpin pergerakan Hamas dan Fatah bersatu menyepakati Rekonsiliasi nasional, 24 Juni 2014. (Foto : mirajnews.com)

Ramallah, 12 Dzulhijjah 1435/6 Oktober 2014 (MINA) – Perdana Menteri dalam pemerintahan persatuan Palestina berbasis di Ramallah Tepi Barat beserta para menteri pemerintahannya direncanakan mengunjungi  Gaza Kamis (9/10) ini.

Menteri Tenaga Kerja Pemerintah Persatuan Palestina, Ma’mun Abu Shahla, menyatakan, rencana tersebut diumumkan setelah otoritas pendudukan Israel memutuskan untuk mengizinkan para menteri dari Tepi Barat, Palestinian Information Center (PIC) melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin.

Abu Shahla mengatakan, Israel “berjanji” untuk memberikan ijin pada semua menteri yang diperlukan untuk memasuki Gaza, melalui Terminal persimpangan perbatasan Erez, Bait Hanoun, Rabu (8/10), sebelum mereka menuju ke Gaza pada Kamisnya.

PM Rami Hamdallah diharapkan menjadi ujung tombak delegasi paea menteri yang semuanya telah dilarang memasuki Jalur Gaza, sejak pemerintah persatuan dibentuk pada Juni lalu sebagai bagian dari pelaksanaan rekonsiliasi Hamas-Fatah.

Pejabat Palestina itu juga mengatakan, keputusan Israel datang menyusul tekanan yang ditingkatkan kepada otoritas pendudukan selama pertemuan Dewan Keamanan PBB terbaru di New York, karena sebelumnya menolak untuk mengizinkan perjalanan para pejabat pemerintahan antara Gaza dan Tepi Barat.

Rencananya, para menteri akan mengadakan rapat kabinet menteri persatuan Palestina pertama di Gaza, dan akan membahas berbagai isu, termasuk upaya untuk membangun kembali Gaza.

Abu Shahla mengatakan menteri pemerintah interim terutama dari Tepi Barat, saat dijadwalkan mengadakan pertemuan kabinet telah berulang kali tertunda karena adanya pembatasan oleh Israel.

Setelah kunjungan mereka, para menteri akan menuju Mesir untuk berpartisipasi dalam konferensi rekonstruksi Gaza, sebelum mereka kembali ke Jalur Gaza.

Dalam perkembangan lain, serikat buruh bekas pemerintahan Gaza Ismail Haniyah membantah bahwa telah menolak janji yang dikeluarkan oleh pemerintah persatuan untuk membayar uang muka 1.000 dolar AS bagi para pegawai sipil Gaza.

Langkah Positif

Kepala serikat Muhammad Seyam memuji langkah itu sebagai “langkah positif” membuka jalan bagi mengakhiri krisis gaji Gaza, International Middle East Media Center (IMEMC) melaporkan.

Seyam berbicara menentang semua kampanye provokasi dan konspirasi yang bertujuan menggagalkan upaya saat ini dilakukan untuk meredakan krisis.

Menteri Kehakiman Palestina Salim al-Saka mengumumkan bahwa pemerintah persatuan akan mengirimkan uang tunai senilai 1.000 dolar tunai kepada para PNS Gaza.

Upaya telah dilakukan untuk bekerja di luar krisis gaji militer dan keamanan personil, yang  belum menerima gaji atau atau pun uang muka sejak pemerintah persatuan diangkat pada Juni lalu, Seyam lebih lanjut mengungkapkan.(T/R05/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0