Kajian Tafsir Milenial Isi Ramadhan Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Lampung

Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Banyak hal yang bisa dilakukan pemuda untuk mengisi Ramadhan dengan hal-hal positif.

Sebagaimana yang dilakukan Syubban (Pemuda) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Kampung Islam Internasional Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan ini.

Para pemuda ini memanfaatkan waktu setelah shalat tarawih selama sepuluh hari terakhir dengan mengadakan kajian ilmu tafsir Ath-Thobariy.

Ketua Panitia dari Syubban (Pemuda) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung, Raihan Hanafi kepada MINA pada Selasa (28/5) mengatakan, kegiatan bertema “Kajian Milenial Pemuda” ini bertujuan memaksimalkan pahala di bulan Ramadhan, utamanya sepuluh hari terakhir.

“Pemuda hura-hura habiskan waktu buat main game, jalan-jalan, dan lakukan hal sia-sia itu udah terlalu mainstream, kita ingin pemuda itu ngisi waktunya dengan kebaikan-kebaikan,” kata Raihan yang juga Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Hizbullah (FKMH) Lampung.

Selain itu, menurut Raihan, kajian ini sekaligus membekali pemuda sebagai tenaga dakwah.

“Posisi pemuda untuk umat itu kan penting, maka perlu dibekali keilmuan yang cukup apalagi di zaman fitnah ini, di mana perpecahan menjadi fitnah besar bagi umat Islam,” ujarnya.

Adapun kajian tematik yang dipilih yakni QS. Ali Imron ayat 100-105 yang ditargetkan selesai selama lima hari.

“Ayat ini kita pilih yang akan kita kaji, pertama karena sesuai dengan kondisi saat ini, perpecahan terasa sekali di tubuh umat Islam, maka kesatuan umat menjadi urgen, ini pentingya pemuda memahami kesatuan,” ungkapnya.

Kajian untuk pemuda ini dikonsep dengan santai, khas pemuda dengan panel tiga pemateri yang ketiganya dari pemuda.

“Ustaz Sulaiman Abdullah sebagai pengajar kitab kuning menjelaskan kata per kata tafsirnya , Ustaz Arief Saifulloh MD sebagai ahli tarikh (sejarah), dan Ustaz Waliyulloh sebagai pemerhati gerakan Zionisme,” katanya.

“Jadi, kita baca tafsirnya kata per kata, lantas dibacakan tinjauan tarikh-nya, kemudian tinjauan kekiniannya, dilanjut dengan diskusi, semua peserta diharapkan aktif diskusi,” katanya.

Sementara Ketua Syubban (Pemuda) Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di sela kegiatan mengatakan, ke depan hasil kajian ini akan diwujudkan menjadi sebuah buku panduan dakwah persatuan bagi dai pemuda.

“Hasilnya kita akan bukukan, dan kajian ini akan menjadi kajian rutin bagi pemuda,” katanya.

Waliyulloh berharap kajian hari kedua akan semakin bertambah banyak pesertanya.

“Memang sebagian ikut kegiatan Diklat Dai juga di waktu bersamaan, yang hadir malam ini ada 30-an peserta, tapi harapannya hari kedua besok bisa lebih ramai lagi,” katanya.

Kajian ini merupakan inisiatif Syubban Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung bekerja sama dengan FKMH, Fatayat, juga Kantor Berita Islam MINA Biro Sumatera selaku media partner. (L/B01/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)