Nablus, MINA – Kamar Dagang Palestina di kota Nablus, Tepi Barat, telah mengorganisir kampanye untuk menarik pembeli sebagai upaya menghidupkan kembali ekonomi yang rusak setelah lebih 20 hari di bawah blokade Israel.
“Israel memberlakukan pengepungan ketat di Nablus selama lebih dari 20 hari, menghancurkan banyak sektor ekonomi, memperburuk situasi ekonomi yang sudah sangat parah, ” kata Juru bicara Kamar Dagang Nablus, Yassin Dweikat kepada media, MEMO melaporkan, Senin (21/11).
Menurut Dweikat, kampanye tersebut bertujuan untuk menarik banyak pembeli dari seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Anggota Kamar Dagang dan Industri Nablus, Majdi Al-Bizreh memuji kampanye tersebut.
Baca Juga: Beredar Isu Abu Ubaidah, Juru Bicara Al-Qassam Syahid
Ia mengatakan, hal itu akan berlangsung beberapa minggu, dan akan diperluas untuk mencakup beberapa sektor yang diharapkan, mengarah pada pemulihan ekonomi setelah berminggu-minggu menderita akibat Israel.
“Transportasi dan parkir gratis tersedia untuk pengunjung,” ujarnya.
Pasukan pendudukan Israel memberlakukan blokade ketat selama 23 hari di Nablus pada bulan Oktober.
Aktivitas komersial menurun 60 persen selama sepuluh hari pertama blokade, kata Kementerian Ekonomi Nasional Palestina. (T/Hju/P1)
Baca Juga: Jajak Pendapat: 66% Warga Israel Tidak Puas dengan Kinerja Netanyahu
Mi’raj News Agency (MINA)